MP, PEKANBARU– Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PAN, Roni Pasla, secara resmi membantah segala bentuk keterlibatannya dalam kasus korupsi pengadaan videotron yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.
Klarifikasi ini disampaikannya secara langsung di hadapan massa aksi Barisan Lantang Para Aktivis Indonesia (Balapatisia) di Kantor DPD PAN Pekanbaru, Senin sore (6/10/2025).
Dalam situasi yang tertib, Roni Pasla yang didampingi oleh Ketua DPD PAN Pekanbaru, Ir. Nofrizal M.M., menyampaikan penegasan langsung di depan para pendemo.
“Saya tegaskan, saya sama sekali tidak terlibat,” kata Roni dengan suara lantang.
Dia menekankan bahwa kasus korupsi pengadaan videotron tersebut telah selesai di proses hukum.
“Kasus Videotron sudah diproses hukum, sudah ada tersangka, sudah ada putusan pengadilan,” tegasnya.

Roni Pasla juga menyoroti metode protes yang dilakukan massa pengunjukrasa. Dia menyatakan bahwa Cep Permana Galih, Koordinator Balapatisia, tidak pernah terlebih dahulu mengonfirmasi tuduhan ini langsung kepadanya dan dinilainya tidak mengikuti proses persidangan kasus tersebut.
Karena itu, Roni menduga ada kemungkinan informasi yang tidak utuh sehingga menimbulkan salah persepsi.
“Saya malah khawatir ada pihak lain yang menunggangi aksi ini,” tukasnya, menyelipkan kekhawatiran akan adanya agenda tersembunyi di balik unjuk rasa tersebut.
Sementara itu, Ketua DPD PAN Pekanbaru, Ir. Nofrizal M.M., menyatakan bahwa partainya menghormati setiap aspirasi masyarakat, termasuk desakan agar Roni Pasla dinonaktifkan dari jabatannya.
Namun, Nofrizal menekankan bahwa perkara hukum telah menjadi ranah aparat penegak hukum.
Dia juga menyebut bahwa partai memiliki mekanisme internal tersendiri yang harus dijalankan dan dihormati dalam menyikapi persoalan ini.
Dalam aksinya, massa Balapatisia terpantau membawa spanduk yang berisi tuntutan agar Roni Pasla segera dinonaktifkan dari kursi DPRD Kota Pekanbaru.
Teriakan tuntutan tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Aksi, Cep Permana Galih, dalam orasinya.
Meski berbeda pendapat secara tegas, Roni Pasla menyampaikan apresiasinya kepada massa aksi yang telah menyuarakan aspirasinya dengan damai.
Dia menilai momen ini justru menjadi kesempatan baginya untuk meluruskan isu yang sempat menimbulkan kesalahpahaman di mata publik. * (DW Baswir)