MP, PEKANBARU – Dalam sepekan terakhir, sejak 16 hingga 23 Juli 2025, jajaran Polda Riau berhasil mengungkap 25 kasus Karhutla di 12 kabupaten/kota. Sebanyak 31 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., mengungkapkan data ini usai memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kehutanan di Balai Serindit, Rabu (23/07/2025).
“Penegakan hukum dilakukan secara adil dan transparan. Bukan hanya individu, korporasi yang terbukti membakar lahan juga akan kami tindak,” tegas Kapolda.
Kebakaran hutan dan lahan selama periode tersebut menghanguskan ratusan hektare wilayah. Sementara itu, satu-satunya daerah yang belum mencatatkan kasus aktif adalah Kabupaten Kepulauan Meranti. Meski demikian, Kapolda menegaskan potensi bahaya tetap ada dan seluruh personel sudah siaga penuh.
Secara kumulatif sejak Januari hingga Juli 2025, tercatat 37 perkara Karhutla dengan 46 orang ditetapkan sebagai tersangka. Beberapa di antaranya berasal dari pihak korporasi pemegang konsesi lahan.
“Siapa pun pelakunya, disengaja atau tidak, akan kami proses sesuai hukum. Bahkan membuang puntung rokok sembarangan saat kondisi darurat seperti sekarang bisa berujung pidana,” ujar Irjen Herry.
Kapolda Riau menekankan bahwa penindakan ini bukan sekadar penegakan hukum, tapi juga bentuk tanggung jawab dalam menjaga lingkungan dan nama baik Riau di mata nasional dan internasional.
“Tanah dan alam ini adalah milik kita bersama. Kalau kita biarkan terbakar, maka bukan hanya hutan yang hilang, tapi juga martabat Riau yang tercoreng. Tidak ada toleransi. Ini sudah darurat,” ujarnya dengan nada tegas.
Untuk memperkuat upaya pengendalian Karhutla, Polda Riau bersinergi dengan TNI serta seluruh pihak terkait melalui operasi penegakan hukum dan patroli terpadu di wilayah-wilayah rawan.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem dan potensi bencana ekologis yang mengintai, Kapolda menyerukan aksi kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Riau tidak boleh lagi jadi langganan asap. Ini saatnya semua bergerak, cepat dan tegas, demi masa depan kita bersama,” pungkasnya.