MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Potensi Tersembunyi Desa Tasik Tebing Serai Mulai Dibuka Lewat Program Perhutanan Sosial

MP, BENGKALIS – Desa Tasik Tebing Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, mulai menunjukkan geliat pengembangan potensi alamnya.

Lewat skema Program Perhutanan Sosial yang kini telah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat, masyarakat adat setempat bersiap mengelola lahan seluas 12.000 hektare demi kesejahteraan bersama.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Penjabat (Pj) Kepala Desa Tasik Tebing Serai Baharudin dengan Kasi Pemerintahan Desa Tasik Tebing Serai Kampung Adat Pandan Tengku Abdul Muthalib dan didampingi Pendamping Program Perhutanan Sosial, Dtk Seri Riayatul Ulayat Edy Mulyono SH MH, kemarin (22/4/2025).

Dikatakan Dtk Edy, petanya telah disetujui oleh Kelompok Kerja (Pokja) Program Perhutanan Sosial di Pekanbaru pada 3 Desember 2024 lalu. ”Ini merupakan langkah besar menuju pengelolaan hutan yang berkelanjutan oleh masyarakat,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, Lembaga Desa Tasik Tebing Serai Kampung Adat Pandan akan mulai menanam bibit tanaman di area perhutanan sosial. Mereka juga dijadwalkan melakukan pemasangan tanda patok sebagai bagian dari pemetaan lahan.

Kegiatan ini merupakan respons terhadap Atensi dari Kantor Staf Presiden (KSP) Deputi II tertanggal 24 September 2024 yang menyatakan dukungan atas pengelolaan lahan adat.
Berdasarkan Permen nomor 9 Tahun 2021 luas lahan yang disetujui sebagai Perhutanan Sosial yakni 5000 hektare.
Tak hanya berhenti di tahap teknis, masyarakat juga menggelar pertemuan adat di Desa Langkat, Kecamatan Siak Kecil, Bengkalis, pada 11 November 2024.

Pertemuan ini turut mengukuhkan
Njen Siswanto sebagai Ketua Lembaga Desa Tasik Tebing Serai Kampung Adat Pandan, Sekretaris Afrizal (putra asli keturunan Suku Pandan) dan Bendahara Ical.

Agenda juga mencakup persiapan acara syukuran sebagai wujud rasa syukur atas diterimanya program tersebut.
Selain pengelolaan hutan, dua danau (tasik) yang ada di desa juga dilirik sebagai destinasi wisata bahari.

Sementara itu, sebagian lahan darat tengah dikaji untuk dijadikan lahan cetak sawah, memperluas spektrum pemanfaatan wilayah desa secara terpadu.

“Inilah bukti nyata bahwa program nasional Perhutanan Sosial mampu menjawab kebutuhan masyarakat, tidak hanya dari sisi pelestarian hutan, tapi juga peningkatan kesejahteraan dan ekonomi desa,” tutup Dtk Edy. * (DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.