MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Napi Kabur Saat Berobat di RS, Lapas Pekanbaru Bentuk Tim Gabungan

MP, PEKANBARULembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru masih memburu seorang narapidana yang kabur saat menjalani pengobatan di Rumah Sakit PMC Pekanbaru. Pencarian dilakukan bersama aparat kepolisian dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan tim gabungan langsung dibentuk setelah peristiwa tersebut terjadi.

“Sejak kejadian kami bersama Kanwil Ditjenpas Riau dan kepolisian membentuk tim gabungan untuk melakukan pencarian. Seluruh unsur bekerja secara terpadu agar warga binaan yang melarikan diri dapat segera diamankan kembali,” ungkapnya.

Ditambahkan Yuniarto, petugas yang mengawal narapidana saat menjalani pengobatan sempat melakukan pengejaran sesaat setelah yang bersangkutan melarikan diri. Namun hingga kini, proses pencarian masih terus berlangsung.

Selain melakukan pengejaran, Lapas Kelas IIA Pekanbaru juga mengambil langkah evaluasi internal. Tiga petugas yang bertugas mengawal narapidana saat kejadian telah dibebastugaskan dan kini menjalani pemeriksaan oleh Kanwil Ditjenpas Riau.

“Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pelanggaran prosedur atau unsur kelalaian dalam pelaksanaan tugas pengawalan. Prosesnya berlangsung secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

Kalapas menegaskan, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran disiplin atau kelalaian, petugas yang bersangkutan akan dikenai sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Yuniarto menyebut evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengamanan, khususnya dalam pengawalan warga binaan yang menjalani perawatan di luar lapas.

Lapas Kelas IIA Pekanbaru juga mengajak masyarakat ikut membantu proses pencarian. Warga yang mengetahui keberadaan narapidana tersebut diminta segera melapor kepada kepolisian atau pihak lapas agar informasi dapat segera ditindaklanjuti.

Pihak lapas berharap sinergi antara aparat penegak hukum, masyarakat, dan media dapat mempercepat penangkapan kembali narapidana yang melarikan diri sekaligus memperkuat sistem pengamanan agar kejadian serupa tidak terulang. * (rls/DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.