MP, PEKANBARU – Upaya pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Riau terus dilakukan secara intensif. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol meninjau langsung kondisi terkini dari udara pada Minggu (13/7/2025), menyaksikan proses penertiban dan penghijauan lahan yang telah lama berubah menjadi kebun sawit.
Dalam kunjungannya yang turut didampingi oleh Gubernur Riau Abdul Wahid, Hanif menegaskan bahwa proses reforestasi TNTN merupakan pekerjaan jangka panjang dan membutuhkan banyak tenaga kerja.
“Luas kawasan yang perlu dipulihkan hampir 85 persen dari total 81 ribu hektare. Ini bukan pekerjaan singkat. Butuh strategi matang dan kerja sama berbagai pihak,” ujar Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol saat di Pekanbaru.
TNTN telah lama menghadapi tantangan besar akibat pembukaan lahan ilegal. Citra satelit menunjukkan lebih dari 71 ribu hektare kawasan kini menjadi kebun sawit dan permukiman warga. Hanif menyebut pemulihan kawasan ini tidak bisa hanya dilakukan dengan pendekatan hukum, tapi juga sosial dan budaya.
“Banyak warga yang telah lama tinggal dan berbudaya di wilayah TNTN. Maka pendekatan persuasif dan berbasis hak asasi akan menjadi kunci penanganan,” katanya.
Pemerintah, lanjut Hanif, tetap akan bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba mengganggu jalannya program restorasi atau menyusupkan kepentingan politik dan ekonomi ke dalam gerakan lingkungan.
“Kita tetap menjunjung keadilan, namun penegakan hukum tak bisa dihindari bila ada pelanggaran,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hanif menyatakan bahwa pihaknya akan menegakkan aturan secara tegas jika ditemukan indikasi pelanggaran atau gerakan yang ditunggangi kepentingan tertentu. Namun hal itu akan dilakukan setelah proses pendataan dan validasi data oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dan Pemerintah Provinsi Riau selesai.
“Saat ini Tim Satgas PKH dan Pak Gubernur sedang bekerja keras melakukan pendataan penduduk dan verifikasi lahan,” jelasnya.
Hanif menambahkan, keterlibatan masyarakat justru akan menjadi bagian penting dalam skema restorasi TNTN. Mereka yang tinggal di sekitar kawasan akan diberdayakan untuk turut menghijaukan kembali hutan yang rusak.
“Ini adalah pekerjaan padat karya. Jadi masyarakat yang ada bisa ikut ambil bagian. Kita ingin restorasi yang berkelanjutan dan partisipatif,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, Menteri LH akan menggelar rapat koordinasi dengan Gubernur Riau dan para kepala daerah di sekitar TNTN. Hasil rapat tersebut akan dibawa ke Satgas PKH Pusat sebagai dasar kebijakan lanjutan dalam agenda besar penyelamatan TNTN.