MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Bocah SD di Pekanbaru Meninggal Diduga Akibat Bullying

MP, PEKANBARU – Seorang bocah berusia 10 tahun di Pekanbaru, M Abdul Rohid, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban bullying oleh teman sekelasnya. Korban sebelumnya mengalami kelumpuhan setelah mendapat tendangan di bagian kepala saat belajar kelompok di sekolah.

Suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban. Sang ibu, Deswita, mengungkapkan bahwa anaknya mengalami kelumpuhan usai ditendang oleh teman berinisial FT. Insiden itu disebut terjadi di dalam kelas dan disaksikan oleh beberapa teman korban.

“Anak saya pulang sekolah sambil menangis. Setelah itu lumpuh dan tidak bisa berjalan,” ujar Deswita (24/11/2025).

Ia mengatakan anaknya telah berulang kali mengeluhkan perlakuan tidak baik dari teman-temannya, namun kejadian tetap terulang meski sudah dilaporkan ke wali kelas.

Korban sempat mendapat pengobatan alternatif sebelum akhirnya dibawa ke layanan medis. Namun kondisi terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada Minggu dini hari.

Pada Senin siang, pihak keluarga menggelar pertemuan dengan wali murid yang diduga sebagai pelaku, difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru dan tim PPA Satreskrim Polresta Pekanbaru. Pertemuan ini digelar untuk mengungkap dugaan perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah korban, SDN 108 Pekanbaru.

Kuasa hukum keluarga, Suroto, mengungkapkan bahwa korban tidak hanya sekali mengalami perundungan. Ia menyebut korban pernah dirawat di Rumah Sakit PMC akibat tindakan kekerasan yang diduga dilakukan siswa lain.

“Jika ditanya apakah korban meninggal karena bully, faktanya Kamis kepalanya ditendang, Jumat lumpuh, dan beberapa hari kemudian meninggal. Jadi korban meninggal setelah dibully,” tegasnya.

Kepala SDN 108 Pekanbaru, Artina, meminta maaf atas kejadian ini dan mengakui pihak sekolah kecolongan. Ia berjanji memperketat pengawasan serta meningkatkan edukasi anti-perundungan kepada siswa dan guru.

Sementara Kadis Pendidikan Kota Pekanbaru, Masiykur Tarmizi, menyebut kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh. “Kita tidak ingin kejadian seperti ini menimpa anak-anak kita. Keterangan dari semua pihak sedang kami kumpulkan,” ujarnya.

Saat ini, Polresta Pekanbaru masih menyelidiki penyebab pasti meninggalnya korban dan dugaan adanya tindakan bullying yang berulang.

 

4 / 100 Skor SEO

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.