MP, PEKANBARU – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Awal Bros melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3APKB) Provinsi Riau, Rabu (10/7/2025).
Kunjungan ini bertujuan membangun kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah dalam isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Kepala Dinas P3APKB Provinsi Riau, Hj. Fariza, SH., MH., menyambut positif kedatangan delegasi BEM. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa untuk membuka ruang diskusi dengan dinas terkait.
“Kami sangat menghargai keterbukaan BEM Universitas Awal Bros dalam berkomunikasi dan bersinergi dengan P3APKB. Ke depan, mahasiswa bisa menjadi mitra strategis dalam menyosialisasikan program kami di kampus dan masyarakat,” ucap Fariza.
Dia juga mendorong agar program kerja BEM tidak hanya berhenti di tingkat kampus, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata untuk meningkatkan wawasan dan kepedulian sosial.
Kolaborasi untuk Pemberdayaan Perempuan
Leo Arrdy Gusnadi, Presiden BEM Universitas Awal Bros, mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari P3APKB.
“Ini momen penting bagi kami untuk belajar dan berkontribusi lebih besar, khususnya dalam isu perempuan dan anak,” kata Leo.
Dia memaparkan bahwa BEM Universitas Awal Bros memiliki sembilan kementerian, salah satunya Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Lidya Prajawati Pratiwi, Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan program “Pojok Aman”, sebuah ruang pengaduan bagi mahasiswi untuk bercerita secara aman dan nyaman.
“Kami berharap program ini bisa diperkuat dengan dukungan dari P3APKB,” tambah Lidya.
Leo berharap kunjungan ini menjadi langkah awal bagi kerja sama berkelanjutan antara BEM dan P3APKB.
“Kami ingin silaturahmi ini terus berlanjut, sehingga kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah semakin erat,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi intensif mengenai rencana aksi bersama, termasuk kampanye anti-kekerasan terhadap perempuan dan anak serta edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan kampus. *(rls)