MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Belajar di Bulan Puasa, Sekolah Fokuskan Ekskul Keislaman

MP, PEKANBARU — Proses belajar mengajar selama bulan suci Ramadhan di tingkat SMA, SMK, dan SLB Negeri menjadi perhatian serius para pemangku kepentingan pendidikan di Provinsi Riau.

Demikian diungkapkanKetua Umum Forum Musyawarah Kerja Komite SMA, SMK, dan SLB Negeri Provinsi Riau, Ir. H. Delisis Hasanto dalam perbincangan dengan Medium Pos, baru baru ini.

Dia menegaskan bahwa kegiatan sekolah tetap berjalan, namun dengan penyesuaian muatan pembelajaran.

Menurut Delisis, kebijakan kementerian yang menghendaki sekolah tetap aktif selama Ramadhan perlu diimbangi dengan realitas sosial dan kultural daerah. “Kita mayoritas Muslim. Tidak mungkin proses belajar berjalan seperti hari biasa. Karena itu, muatan kegiatan selama Ramadhan lebih diarahkan pada kegiatan religius,” tuturnya.

Delisis menjelaskan, selama bulan puasa, proses belajar lebih banyak diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler di bidang keislaman. Kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, pengajian, pendalaman nilai-nilai agama, hingga aktivitas yang mendukung pembinaan ibadah siswa menjadi prioritas. Momentum Ramadhan dinilai tepat untuk mendekatkan peserta didik dengan ajaran Islam secara lebih mendalam.

“Ini kesempatan agar anak-anak lebih dekat dan memahami agama, terutama Islam. Bukan sekadar belajar akademik, tapi juga membentuk karakter dan spiritualitas,” kata Delisis lagi.

Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Delisis menyebutkan program tersebut tetap berjalan. Namun, bentuknya disesuaikan dengan kondisi puasa. MBG berpotensi dikonversi menjadi makanan ringan atau snack kering yang dapat dibawa pulang dan dimanfaatkan sebagai takjil saat berbuka puasa.

Sementara itu, pemerhati pendidikan El Yusril, MM menilai kegiatan belajar di bulan puasa merupakan hal yang wajar dan sudah lama diterapkan. Ia menyebut puasa justru menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa. “Ini mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan semangat tetap beraktivitas meski menahan lapar dan haus,” ucapnya.

Menurut El Yusril, dengan pengelolaan yang tepat, pembelajaran selama Ramadhan tetap efektif dan bermakna, sekaligus memperkuat nilai spiritual peserta didik. * (DW Baswir)

59 / 100 Skor SEO

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.