MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Semangka Warga di Pekanbaru, BBKSDA Riau Tingkatkan Mitigasi Konflik

MP, PEKANBARU – Konflik antara manusia dan satwa liar kembali terjadi di Kota Pekanbaru. Sekelompok gajah liar dilaporkan masuk ke kawasan permukiman dan merusak kebun semangka milik warga di Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai.

Peristiwa tersebut menambah daftar interaksi negatif antara satwa liar dan masyarakat yang terjadi di wilayah ibu kota Provinsi Riau itu.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, mengatakan pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi sekaligus memantau pergerakan kawanan gajah guna mencegah terjadinya konflik susulan.

“Beberapa hari yang lalu kami mengecek, dan memang betul adanya kebun semangka seluas sekitar 1,5 hektare yang dirusak gajah liar,” kata Supartono, Minggu (31/05)/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan petugas, sedikitnya 11 ekor gajah liar masih terdeteksi berada tidak jauh dari lokasi konflik. Kawanan tersebut diketahui merupakan bagian dari Kelompok Petapahan yang selama ini memiliki wilayah jelajah di kawasan tersebut.

“Kelompok Petapahan memang berada di wilayah jelajahnya. Saat ini posisi gajah berada di Tahura Sutan Syarif Kasim,” ujarnya.

Menurut Supartono, lokasi kebun yang dirusak memang berada di luar kawasan hutan. Namun, area tersebut masih termasuk dalam jalur jelajah alami kawanan gajah sehingga potensi pertemuan dengan manusia masih cukup tinggi.

“Lokasi itu memang berada di luar kawasan hutan, tetapi masih termasuk homerange atau wilayah jelajah gajah. Itu memang jalur pergerakannya,” jelasnya.

BBKSDA Riau terus melakukan langkah mitigasi dengan memantau pergerakan kawanan gajah serta berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk mengantisipasi kemungkinan satwa tersebut kembali memasuki kawasan permukiman.

Konflik manusia dan gajah masih menjadi tantangan serius di sejumlah wilayah Riau. Alih fungsi lahan dan berkurangnya habitat alami kerap memicu satwa dilindungi tersebut keluar dari kawasan hutan dan memasuki area perkebunan maupun permukiman warga.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.