MP, PEKANBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Apel Pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) Darurat Jembatan ke satuan wilayah jajaran Polda Riau. Apel berlangsung di halaman Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru, Rabu (28/01/2025).
Apel dipimpin langsung Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan dihadiri Wakapolda serta para pejabat utama Polda Riau. Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjaga stabilitas keamanan, sosial, dan ekonomi, khususnya melalui pembangunan infrastruktur dasar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Irjen Herry menyampaikan bahwa dinamika keamanan global turut berdampak pada kondisi nasional hingga daerah. Oleh karena itu, Polri bersama TNI dan seluruh elemen bangsa diminta terus berkolaborasi mendukung program strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih.
“Kekuatan utama Polri saat ini bukan pada senjata, tetapi pada kepercayaan publik. Kepercayaan itu hanya bisa dibangun dengan kehadiran nyata negara di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan kebutuhan mendesak,” ujar Kapolda.
Ia menjelaskan, pembentukan Satgas Darurat Jembatan merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI yang kemudian diperintahkan Kapolri kepada seluruh jajaran Polri untuk mempercepat pembangunan jembatan di daerah terpencil. Di Provinsi Riau, hasil asesmen menunjukkan terdapat 26 jembatan yang harus dibangun baru maupun direnovasi.
Dari total tersebut, sebanyak 17 jembatan akan dibangun baru dengan total panjang sekitar 463 meter, sementara sembilan jembatan lainnya direnovasi dengan total panjang sekitar 263 meter. Program ini dikemas dalam tajuk “Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan melalui Jembatan Merah Putih Presisi”.
“Ada 250 personel kita berangkatkan, terdiri dari 170 dari Polda, dan 80 dari jajaran kewilayahan Polres – Polres di Riau,” Ujar Irjen Herry.
Salah satu jembatan paling mendesak berada di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, dengan panjang mencapai 608 meter. Selama ini, warga, termasuk anak-anak sekolah, harus menyeberang menggunakan perahu kecil yang berisiko tinggi terhadap keselamatan.
Selain pembangunan jembatan, Polda Riau juga akan merenovasi SD Negeri 020 di Indragiri Hilir yang kondisinya memprihatinkan dan menjadi satu-satunya akses pendidikan bagi masyarakat setempat.
Kapolda menegaskan, seluruh pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Polri, pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, hingga media. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan.
“Ini bukan sekadar simbol atau wacana. Kita turun langsung, bekerja bersama masyarakat, memastikan akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dapat terhubung dengan baik. Anak-anak di daerah juga berhak merasakan keadilan dan kemudahan akses seperti di wilayah lain,” tegas Irjen Herry.
Ia menambahkan, Kapolri direncanakan akan hadir untuk meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi setelah seluruh pembangunan dan renovasi selesai dilaksanakan.