MP, PEKANBARU – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau menginisiasi peluncuran buku biografi Kim Teng di salah satu mal ternama di Kota Pekanbaru, Minggu (16/1/2022).
Selama ini Kim Teng dikenal dengan pengusaha kopi. Nama Kim Teng ini pun oleh sebagian orang dianggap sebagai ikon Kota Pekanbaru.
Tidak sah rasanya berkunjung ke ibukota Pekanbaru jika tidak menyeruput secangkir kopi di Kedai Kopi Kim Teng dan berbelanja di Pasar Bawah. Kebetulan memang Kedai Kopi Kim Teng tidak jauh dari Pasar Bawah Pekanbaru.
Bagi masyarakat Pekanbaru maupun Riau umumnya, mengindentikkan Kim Teng dengan kopi. Padahal, ternyata Kim Teng yang kelahiran Singapura ini merupakan pejuang kemerdekaan dan mendapatkan penghargaan bintang dari pemerintah.
Kisah perjuangan Kim Teng ini lah akhirnya dituangkan dalam sebuah buku karangan
Dr Nyoto PhD. Saat peluncuran buku, pihak PSMTI Riau juga mengundang Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Riau Brigjen TNI Amino Setya Budi dan salah seorang anak almarhum Kim Teng bernama Asun.
Kepada wartawan, Nyoto menjelaskan secara singkat kronologis penulisan buku biografi Kime Teng. Proses penulisan bukunya memerlukan waktu 2 sampai 3 bulan.
“Secara umum tidak ada kesulitan dalam penulisan buku ini. Karena sebuah biografi, yang kita tulis adalah fakta secara dengan teknik bertutur,’’ ungkapnya.
Nyoto menambahkan, sebenarnya peluncuran buku ini bukan baru, karena ini cetakan buku ketiga. Cetakan buku yang pertama itu tahun 2002, cetakan buku kedua itu tahun 2016.

Ditambahkannya, ide menulis buku biografi Kim Teng datang dari tokoh masyarakat Tionghoa Pekanbaru Njo Soei Tip atau akrab dipanggil Indra Jaya.
‘’Pak Indra Jaya yang ketika itu adalah Ketua Perkumpulan Sosial Budaya Himpunan Bersatu Teguh (HBT, Red) Cabang Pekanbaru yang menantang saya untuk menulis riwayat hidup Pak Kim Teng,’’ tuturnya.
Kata Indra Jaya ketika itu; ‘’Nyoto kami bikin tuh buku Pak Kim Teng. Mana tahu nanti bisa menjadi semacam referensi bagi anak cucu kita, sebelum beliau (Kim Teng, Red) meninggal. Akhirnya saya bisa menjumpai pak Kim Teng” . * (DW Baswir)