MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Operasi Ketupat Dimulai, Ribuan Personel Siaga Mudik

MP, PEKANBARU – Sebanyak 3.815 personel gabungan dari Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait di Provinsi Riau dikerahkan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, pada Kamis (12/03/2026).

Ribuan personel tersebut akan bertugas dalam Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Pengamanan ini ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, di halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru.

Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan bahwa Operasi Ketupat merupakan bentuk komitmen lintas sektoral untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan mudik dan merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar.

“Operasi Ketupat ini menjadi wujud komitmen bersama seluruh instansi untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Idulfitri dapat berlangsung dengan aman dan nyaman,” kata Herry.

Ia menjelaskan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

Jumlah tersebut turun sekitar 1,75 persen atau sekitar 2,5 juta orang dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.

Meski demikian, aparat tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan mobilitas masyarakat, terutama dengan adanya berbagai kebijakan pemerintah yang memberikan kemudahan bagi pemudik.

“Pemerintah telah memberikan berbagai stimulus seperti diskon tarif tol dan tiket transportasi umum untuk mendukung kelancaran mudik. Oleh karena itu, seluruh personel harus siap mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Secara nasional, Operasi Ketupat 2026 melibatkan 161.243 personel gabungan yang ditempatkan di berbagai titik strategis di seluruh Indonesia.

Untuk mendukung pengamanan arus mudik dan balik, Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pospam), 779 Pos Pelayanan (Posyan), dan 343 Pos Terpadu.

Pos-pos tersebut akan menjadi pusat informasi serta pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode mudik Lebaran.

Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada 185.876 objek vital, seperti masjid, lokasi Salat Idulfitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api hingga bandara.

Kapolda juga mengingatkan seluruh personel untuk mewaspadai berbagai potensi gangguan keamanan selama periode mudik, seperti premanisme, balap liar, hingga konflik antar kelompok masyarakat.

Selain itu, personel diminta mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, mengingat prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan cuaca selama arus mudik berpotensi berawan hingga hujan lebat.

“Lakukan patroli rutin di titik-titik rawan, termasuk pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik. Kami juga menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor-kantor kepolisian untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.

 

 

 

 

 

62 / 100 Skor SEO

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.