MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Menparkraf RI Luncurkan KEN

MP, PEKANBARU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia (RI) Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan Kharisma Event Nasional (KEN) 2022  secara live streaming di salah satu kanal YouTube.

KEN itu nanti terdiri dari110 ivent yang bakal digelar di 34 provinsi dan 95 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Di Riau sendiri even-nya diberi nama Bandar Seni Raja Ali Haji  (Serai) Festival 2022 dan bakal diselenggarakan 3 sampai 30 September 2022.

‘’Sejumlah seniman, budayawan, praktisi profesional, dan puluhan komunitas lintas seni dan budaya akan berbagi dan bergabung dalam satu agenda untuk mewujudkan Bandar Serai Festival 2022,’’ kata Benie Riaw dari Begawai Institut, selaku Festival Director Bandar Serai 2022.

Menurut dia, karena telah diterima sebagai program yang harus kami laksanakan dengan baik. Ditambahkannya, dalam festival itu nanti bakal disajikan program-program unggulan, di antaranya Art Show, Art Exhibition, Kuliner dan UMKM, serta Education dan Traning.

“Kami juga menyebut Bandar Serai Festival sebagai Art Summit Provinsi Riau, yang akan menjadi puncak helat-helat yang pernah dilaksanakan di kawasan Bandar Serai dan akan menjadi nilai tawar ke masyarakat luas untuk dapat menyaksikannya,” ucap Benie Riaw.

Sementara itu, lanjutnya, Bandar Serai Festival (BaSF)  tahun 2022 mengusung tema Art for Healing, dengan mengutamakan dua isu sekaligus diantaranya isu-isu dimasa Pandemi dan Ekologi, pertunjukan lintas seni (Teater, Musik, Tari, Senirupa, Sastra) tampil selama 28 hari di Bandar Serai Festival pada September mendatang.

‘’Penyelenggara mencoba menyikapi kondisi-kondisi terkini dunia, isu pandemi dan isu ekologi. Isu ekologi tak kalah hebohnya dengan pandemic covid, penurunan emisi, pemanasan global, kerusakan lingkungan” ujar Art Director BaSF 2022 Fachrozi Amri.

Bandar Serai Festival 2022, sebut Benie Riaw, mencoba memberikan terobosan untuk mengatasi anxiety (kelelahan), stress, depressi dan lain lain.

Hadir dari pemikiran-pemikiran kreatif yang bertujuan untuk merelaksasikan masyarakat Riau dan Indonesia dalam suguhan kesenian modern dan tradisional.

‘’Yang bisa kita katakan semacam healing atau therapy audio dan visual (rekreasi panca indera, Red) yang mengacu pada nilai-nilai estetika seni itu sendiri” tutup Fachrozi Amri. * (rls/ Marden)

8 / 100 Skor SEO

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.