MP, SIAK SRI INDRAPURA — Ketua Umum (Ketum) Perhimpunan Keluarga Siak Pesisir Riau (PKSR), Said Usman Abdullah, menyatakan dukungan penuh atas komitmen Bupati Siak, Afni Zulkifli dalam proses pemilihan Direktur Utama (Dirut) PT Bumi Siak Pusako (BSP) melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terus menjadi sorotan publik.
“Sudah saatnya BSP, sebagai perusahaan kebanggaan masyarakat Siak, dikelola oleh figur terbaik melalui proses yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata pria yang akrab disapa SUA dalam keterangannya, Sabtu (14/6/2025).
Dikatakannya, BSP merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor hulu minyak bumi yang berdiri sejak 2001.
Keberadaannya berawal dari perjuangan Pemerintah Kabupaten Siak merebut hak pengelolaan Wilayah Kerja CPP (Coastal Plains and Pekanbaru) Block dari Caltex (kini Chevron).
Kini BSP menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD), penyedia lapangan kerja, dan mitra pembangunan bagi masyarakat.
Akan tetapi, perjalanan BSP tidak lepas dari dinamika internal, mulai dari isu profesionalitas direksi, tarik-menarik kepentingan politik, hingga tekanan pasar migas global.
Kondisi ini memicu harapan masyarakat agar proses regenerasi kepemimpinan dilakukan dengan lebih transparan dan berintegritas.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Afni Zulkifli menegaskan tidak akan ada penunjukan langsung dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang. Seluruh calon direktur wajib mengikuti fit and proper test oleh panitia seleksi independen, dengan hasil yang akan diumumkan secara terbuka.
Kebijakan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk PKSR. “Langkah Bupati Siak adalah terobosan. Jangan sampai BSP dijadikan alat politik. Kita butuh pemimpin yang kompeten, berintegritas, dan memahami kompleksitas bisnis migas,” ujar Said Usman, yang juga dikenal sebagai aktivis energi nasional.
Sebagai organisasi perantau Melayu Siak, PKSR menekankan pentingnya transparansi demi masa depan BSP. “Ini perusahaan milik rakyat. Harus dikelola oleh yang terbaik, bukan sekadar yang dekat dengan kekuasaan,” katanya mewanti-wanti.
Proses seleksi ini bukan sekadar tentang siapa yang memimpin, melainkan tentang masa depan Siak dan kedaulatan energi daerah.
Apalagi kini PT BSP berada di persimpangan penting. Cadangan minyak yang menipis dan persaingan bisnis energi global yang kian ketat menuntut kepemimpinan yang visioner. * (Denny W)