MP, ROKAN HILIR — Jembatan Perintis Garuda di Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, mulai dimanfaatkan masyarakat. Jembatan yang dibangun Kodam XIX/Tuanku Tambusai tersebut diresmikan dan siap digunakan warga pada Kamis (27/8/2026).

Jembatan sepanjang sekitar 70 meter dengan lebar 1,2 meter itu menjadi akses penghubung antardesa yang sebelumnya mengandalkan transportasi penyeberangan menggunakan ponton.
Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr. Agus Hari Waluyo, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Darat membuka akses bagi masyarakat di wilayah yang sebelumnya terisolasi.
“Pembangunan jembatan Garuda ini sesuai dengan instruksi Bapak Presiden kepada Kepala Staf Angkatan Darat,” kata Mayjen Agus.
Menurutnya, secara nasional TNI Angkatan Darat telah membangun sekitar 2.500 jembatan yang menghubungkan sekitar 7.300 desa.
Jembatan yang dibangun memiliki sejumlah model, mulai dari jembatan perintis atau jembatan gantung, jembatan rangka, hingga jembatan beton. Pembangunan diprioritaskan di wilayah yang sulit mendapatkan akses transportasi.
Khusus di wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai, terdapat sekitar 118 titik pembangunan jembatan. Dari jumlah tersebut, sebagian masih dalam proses pengerjaan dan ditargetkan dapat dipercepat penyelesaiannya.
Agus menyebut pembangunan jembatan di wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai sejauh ini telah membuka akses bagi sekitar 155 desa. Infrastruktur tersebut juga memberikan kemudahan bagi lebih dari 120 ribu masyarakat serta menghubungkan berbagai fasilitas publik, termasuk puluhan sekolah.
Untuk Jembatan Garuda di Bangko Pusako, akses tersebut menghubungkan Desa Bangko Pusako dengan Desa Manggala Sakti. Sebelumnya, masyarakat harus menggunakan ponton yang dinilai berisiko, terutama ketika debit air meningkat.
“Jembatan yang kita bangun menghubungkan dua desa yang dulunya sangat terisolasi. Dulu hanya menggunakan ponton, masyarakat kesusahan, dan hari ini kita bisa memberikan akses yang lebih mudah,” ujarnya.
Mayjen Agus menjelaskan, keberadaan jembatan tersebut juga memberikan akses terhadap sekitar enam sekolah dan lebih dari 20 fasilitas ekonomi. Diperkirakan sekitar 6.000 warga dapat merasakan manfaat langsung dari pembangunan jembatan tersebut.
Ia berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat jembatan agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Kita tidak hanya menghadirkan secara fisik jembatan ini, tetapi juga bagaimana mengatasi kesulitan sekecil apa pun yang ada di masyarakat. Itu yang paling penting dari kehadiran dan manfaat TNI Angkatan Darat,” katanya.
Warga Sambut Jembatan Garuda
Pembangunan Jembatan Garuda mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga Bangko Pusako, M Jaiz, mengaku bersyukur karena pembangunan jembatan membuat akses antardesa menjadi jauh lebih mudah.
Menurut Jaiz, jembatan tersebut kini menghubungkan empat wilayah, yakni Bangko Pusako, Bangko Jaya, Manggala Sakti, dan Pematang Ngibul.
Sebelum jembatan dibangun, warga harus menggunakan ponton dengan biaya sekitar Rp10 ribu. Jika memilih jalur memutar, perjalanan dapat memakan waktu hingga sekitar satu setengah jam.
“Dengan adanya ini, kami selaku masyarakat sangat bersyukur. Jembatan ini menghubungkan empat desa dan mempercepat akses masyarakat,” ujar Jaiz.
Tak hanya memudahkan mobilitas, kehadiran jembatan juga mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi warga.
Jaiz mengatakan, sebelumnya kawasan tersebut relatif sepi dan hampir tidak ada warga yang berjualan. Kini, masyarakat mulai memanfaatkan ramainya aktivitas di sekitar jembatan untuk membuka usaha.
“Selama ini di sini tidak ada yang jualan. Sekarang sudah bisa masyarakat berjualan dan membantu perekonomian warga,” katanya.
Jembatan Garuda juga menjadi akses penting bagi anak-anak sekolah. Dengan akses yang lebih mudah, perjalanan menuju sekolah kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada penyeberangan ponton.
Warga berharap jembatan tersebut dapat terus dirawat sehingga menjadi penghubung antardesa sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Bangko Pusako dan sekitarnya.