MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Gajah Bukan Hama! Polda Riau Dorong Kolaborasi Atasi Konflik dengan Manusia

MP, PEKANBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Riau menegaskan bahwa gajah bukanlah hama, melainkan simbol kelestarian alam yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Dalam kunjungan ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (17/9/2025), Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karbianto, bersama jajaran Polres Bengkalis, melihat langsung proses perawatan gajah-gajah Sumatera, termasuk seekor anak gajah bernama Lela yang menjadi pusat perhatian.

Ia menyatakan dukungan penuh Polda Riau terhadap upaya pelestarian gajah Sumatera, yang kini populasinya kian terancam akibat perusakan habitat dan maraknya konflik antara manusia dan satwa.

“Gajah adalah hewan yang tenang dan memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan alam. Mereka membantu penyebaran benih dan mengatur dinamika ekosistem. Ketika gajah masuk ke perkebunan warga, itu bukan karena mereka hama, tetapi karena habitat mereka semakin menyempit akibat alih fungsi lahan,” ujar Kombes Pol Anom, pada Rabu (18/09/2025).

Riau merupakan salah satu wilayah dengan tingkat konflik gajah dan manusia yang cukup tinggi. Beberapa kasus dilaporkan, di mana kawanan gajah merusak kebun sawit dan tanaman masyarakat di Bengkalis, Siak, Pelalawan, dan Indragiri Hulu. Konflik ini terjadi karena gajah kehilangan jalur jelajah alami yang selama ini menjadi tempat mereka mencari makan.

“Konflik ini bukan salah satunya saja. Masyarakat membutuhkan lahan untuk bertani, sementara gajah juga memerlukan ruang hidup yang cukup. Untuk itu, dibutuhkan pendekatan kolaboratif agar kedua pihak dapat hidup berdampingan,” jelasnya.

Polda Riau, bersama Balai Besar KSDA Riau dan pihak terkait lainnya, berkomitmen memperkuat edukasi kepada masyarakat dan melakukan pengamanan di wilayah rawan konflik. Kombes Pol Anom juga mendorong program restorasi habitat gajah agar konflik tidak semakin meluas.

Dalam kunjungannya ke PLG Sebanga, Kombes Pol Anom juga mengapresiasi para pawang dan petugas yang setiap hari merawat gajah-gajah di pusat konservasi tersebut. Ia menekankan bahwa keberadaan gajah Sumatera tidak hanya penting bagi keseimbangan alam, tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi.

“Melihat anak gajah seperti Lela di PLG Sebanga ini memberikan harapan bahwa kita masih bisa menyelamatkan spesies yang luar biasa ini. Polda Riau mendukung penuh upaya pelestarian gajah Sumatera, karena menyelamatkan mereka berarti juga menyelamatkan ekosistem dan masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

Polda Riau berharap masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta dapat bersinergi dalam melestarikan gajah Sumatera. Dengan langkah bersama, konflik manusia dan satwa dapat diminimalkan, dan Riau tetap menjadi rumah yang aman bagi gajah sebagai ikon kelestarian alam.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.