MP, PEKANBARU – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis ekstasi dalam jumlah besar. Sebanyak 47.000 butir ekstasi atau sembilan paket berhasil disita dalam operasi yang berlangsung di Kota Dumai dan Pekanbaru.
Pengungkapan bermula pada Jumat (12/12/2025), saat Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda Riau yang dipimpin Kompol Ade Zaldi menerima informasi terkait rencana penjemputan ekstasi dalam jumlah besar di Kota Dumai. Tim kemudian bergerak ke Jalan Arifin Ahmad, Kecamatan Medang Kampai.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, mengatakan petugas mengamankan dua orang tersangka berinisial R (47) dan W saat melintas menggunakan sepeda motor.
“Petugas menemukan dua tas ransel hitam yang berisi sembilan paket diduga narkotika jenis ekstasi. Total keseluruhan mencapai sekitar 47.000 butir,” ujar Kombes Putu Yudha di Pekanbaru, Selasa (23/12/2025).
Selain ekstasi, polisi juga menyita dua unit telepon seluler dan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion yang digunakan pelaku.
Dari hasil interogasi awal, tersangka R mengaku barang haram tersebut rencananya akan diserahkan kepada tersangka lain berinisial F (34) di Kota Pekanbaru. Tim kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan F di sebuah bengkel sepeda motor di Jalan Durian, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, pada Sabtu (13/12) dini hari.
“Ekstasi tersebut rencananya akan diedarkan ke Provinsi Jambi. Pengendali peredaran dikendalikan melalui komunikasi telepon oleh bandar yang berada di Jambi,” jelas Kombes Putu.
Pengembangan kasus berlanjut hingga ke Provinsi Jambi. Dari hasil koordinasi dan pengungkapan lanjutan, polisi kembali mengamankan dua orang tersangka berinisial FA (39) dan AF (37).
Saat ini seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Ditresnarkoba Polda Riau. Penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk menelusuri dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil peredaran narkotika tersebut.