MP, PEKANBARU – Gubernur Riau Syamsuar mengukuhkan Majelis Kerapatan Adat (MKA) dan Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau hasil Musyarah Besar Luar Biasa (Mubeslub), Jumat (29/4/2022).
Pengukuhan ini akankah melegalkan kepengurusan MKA dan DPH dibawah kepemimpinan Datuk Seri H Marjohan dan Datuk Seri Taufik Ikram Jamil masa khidmat 2022-2022?
Bagaimana nasib LAM Riau yang lahir dari Musyawarah Besar (Mubes) di Kota Dumai, yang juga telah memberikan amanah kepada Tan Seri Sahril Abubakar sebagai Ketua Dewan Pimpinan Agung (DPA) dan Datuk T. Rusli Ahmad sebagai Ketua MKA LAM Riau?
Haji Sahrin, salah seorang tokoh masyarakat Riau dalam perbincangan dengan Medium Pos, Jumat (29/4/2022), menegaskan pengukuhan yang dilakukan Gubernur Riau Syamsuar takkan membuat Mubeslub LAM menjadi legal.
‘’Apalagi pengukuhan terkesan dipaksakan. Mana ada pengukuhan Ketua Adat di kediaman gubernur. Koq bukan di Balai Adat,’’ pungkasnya.
Tan Seri Sahril Abubakar yang dikonfirmasi wartawan EsaTv terkait pengukuhan itu berjanji akan memberikan keterangan pers besok.

Sementara Ketua MKA LAM Riau versi Mubes, Datuk T Rusli Ahmad yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA) belum menanggapinya.
Terlepas soal itu, pengukuhan LAM Riau versi Mubeslub berjalan aman dan lancar. Prosesi pengukuhan ditandai dengan pasangan Tanjak, Selempang dan Keris oleh Gubernur Riau disaksikan Wakil Gubernur Edy Natar Nasution dan undangan lainnya.
Prosesi pengukuhan ditutup dengan ritual adat Tepung Tawar. * (DW Baswir)