MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Tarian Erotis di Turnamen Golf Gubri, Pemuda Melayu : Sanksi Adat Tak Berikan Efek Jera!

MP, PEKANBARU – Video viral biduan dangdut berjoget erotis di meja makan restoran di acara hiburan Turnamen Golf Gubernur Riau XXX 2022 berbuntut panjang.

Kendati pihak panitia sudah meminta maaf dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau sudah memberikan saksi adat terhadap mereka, berupa utang (denda) pemotongan seekor kerbau, aksi unjurkasa pun bermunculan.

Salah satunya dari aktivis Pemuda Melayu Indonesia Riau. Mereka menggereduk kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderan Sudirman Pekanbaru dan berakhir dengan audiensi dengan LAM Riau di Balai Kerapatan Adat, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Senin (29/8/2022).

Koordinator Umum Pemuda Melayu Erlangga dalam orasinya menyebut, sanksi adat LAM Riau tidak akan memberikan efek jera terhadap para pelaku.

”Bagi orang orang yang punya duit banyak, mereka menganggap gampang. Langgar aja yang menjadi marwah Melayu, nanti kan hanya didenda potong kerbau,” ucapnya.

Makanya, dia sangat mengecam tindakan para pegolf yang merupakan orang orang berekonomi menengah ke atas. ”Tindakan itu merendahkan marwah Riau. Apalagi pihak panitia dari PGI (Persatuan Golf Riau, Red) Riau membawa nama Gubernur Riau dalam turnamen itu. Pemimpin Riau seolah olah direndahkan. Apakah pemimpin kita ini tidak bermarwah?” pungkasnya balik bertanya.

Erlangga juga mempertanyakan apakah ada kucuran dana dari APBD Riau untuk kegiatan olahraga yang berakhir dengan tindakan yang tidak beradab.

Menanggapi dugaan itu, Asisten I Setdaprov Riau Masrul Kasmy memastikan, tidak sepersen pun pihaknya memberikan sumbangan atau bantuan untuk turnamen golf bersempena HUT Provinsi Riau ke-65, beberapa waktu lalu.

“Untuk buktinya, nanti kami akan keluarkan keterangan dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Karena segala keuangan pemerintah melalui pencatatan BPKAD,” tukasnya.

Usai melakukan aksi damai di gerbang kantor Gubernur Riau, massa Pemuda Melayu ini pun bergerak ke Balai Kerapatan Adat LAM Riau.

Massa Pemuda Melayu ini diajak berdialog dengan para petinggi yang dipimpin Timbalan atau Wakil Ketua I DPH LAM Riau, DatukTarlaili.

Terkait dengan sanksi adat tersebut, itu sudah menjadi keputusan para Datuk di mana peristiwa itu terjadi. ”Karena Labersa (tempat kejadian, Red) berada di Kenegerian Buluh Cina dan Buluh Nipis dan pihak panitia bersedia untuk memenuhi sanksi adat tersebut, LAM Riau akhirnya menjalankan keputusan itu,” tutupnya. * (DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.