MP, PEKANBARU – Upaya Polda Riau dan jajarannya dalam melestarikan budaya Melayu di Kota Pekanbaru menuai apresiasi dari berbagai kalangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Setiap akhir pekan, Rumah Singgah Tuan Kadi yang terletak di tepian Sungai Siak, disulap menjadi panggung seni budaya yang menggugah rasa bangga akan warisan leluhur.
Gelaran rutin pertunjukan seni dan budaya Melayu yang diselenggarakan Polda Riau tidak hanya menjadi magnet wisata, tetapi juga menghidupkan ekonomi lokal. Deretan UMKM bercorak Melayu meramaikan bazar malam, menghadirkan suasana yang semarak dan penuh kekayaan budaya.
Acara ini merupakan gagasan dari Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang terus berkomitmen mengangkat warisan budaya daerah.
“Ini adalah bentuk nyata menjaga tuah dan marwah Melayu. Supaya jati diri kita tak luntur di tengah arus zaman,” tegas Irjen Herry.
Dampak positif program ini ternyata tidak luput dari perhatian pemerintah pusat. Dua kementerian, yakni Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, dijadwalkan akan berkunjung langsung ke Rumah Singgah Tuan Kadi pada bulan Juli mendatang.
“Insya Allah, bulan depan Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kebudayaan akan datang. Dua Pak Menteri langsung hadir,” ungkap Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dalam sambutannya pada malam puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Rumah Singgah Tuan Kadi, Sabtu (21/6/2025) malam.
Menurutnya, kunjungan dua menteri tersebut adalah bentuk apresiasi nyata atas komitmen dalam menjaga dan menghidupkan kembali seni tradisi Melayu di tengah masyarakat.
“Mereka akan menyaksikan langsung pertunjukan seni Melayu, yang selama ini rutin digelar di sini. Ini merupakan kebanggaan bagi kita semua,” tambah Wako Agung, yang juga bergelar Datuk Bandar Setia Amanah.
Tak lupa, Agung menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Riau beserta jajaran, yang telah menjadikan Rumah Singgah Tuan Kadi sebagai pusat kegiatan seni dan budaya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolda. Dipilihnya Rumah Singgah Tuan Kadi sebagai lokasi malam puncak Hari Bhayangkara, menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap budaya lokal. Ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tapi langkah nyata,” tutupnya.
Langkah Polda Riau sebagai motor penggerak pelestarian budaya, seiring dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (Oki)