MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Dulu Ratusan, Kini Tinggal Enam: Polisi Kunjungi Gajah Sebanga yang Habitatnya Jadi Kebun Sawit

MP, BENGKALIS – Ada pemandangan tak biasa di Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga, Kabupaten Bengkalis, Riau, pada Kamis (03/07/2025).

Enam gajah sumatera yang tinggal di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Sebanga tampak gembira saat rombongan polisi datang membawa satu pikap penuh nanas dan semangka.

Bantuan pakan ini dibawa langsung oleh Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan, bersama Kapolsek Pinggir, Kompol Nursyafniati, sebagai bentuk kepedulian terhadap satwa liar yang kini semakin langka dan terancam punah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa polisi juga peduli terhadap pelestarian lingkungan dan satwa. Gajah sumatera adalah kekayaan alam kita yang harus dijaga bersama,” ujar AKBP Budi.

Keenam gajah latih yang menghuni PLG Sebanga terdiri dari lima ekor dewasa dan satu anak. Nama-nama mereka adalah Sarma, Dora, Puja, Rosa, Sela, dan si kecil Lela. Saat angkong berisi nanas mulai didorong ke dalam area kandang, para gajah langsung mendekat dengan riang. Anak gajah Lela bahkan tampak antusias mencoba mengambil nanas sendiri, meski belalainya masih belum cukup panjang.

Bantuan pakan itu disambut hangat oleh para mahout (pawang gajah) dan Koordinator PLG Sebanga, Irwansyah. Ia mengungkapkan, saat ini kondisi habitat gajah di Sebanga sudah sangat memprihatinkan.

“Dulu kawasan ini mencapai 5.000 hektare dan dihuni ratusan gajah liar. Tapi sekarang hanya tersisa sekitar satu hektare akibat pembukaan lahan dan perambahan. Yang tersisa di sini hanya enam ekor, sisanya sudah direlokasi ke tempat lain,” jelas Irwansyah.

AKBP Budi juga mengungkapkan bahwa kunjungannya bukan sekadar menyerahkan bantuan. Ia ingin memahami langsung kondisi di lapangan dan melihat bagaimana pihaknya bisa membantu lebih jauh.

“Ini pengalaman pertama saya memberi makan gajah langsung. Ternyata mereka sangat bersahabat. Ini bukan hanya tentang memberikan pakan, tapi juga tentang kepedulian jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan hidup gajah-gajah ini,” ungkapnya.

Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga pernah menjadi pusat konservasi gajah terlengkap di Riau, dilengkapi fasilitas pelatihan, perawatan, pengobatan, hingga helipad. Kawasan ini didukung penetapan Suaka Margasatwa (SM) PLG Sebanga seluas 5.000 hektare pada 1992  Oleh Gubernur Riau, sebagai lokasi penggembalaan alami bagi gajah binaanbinaan,  dan pengelolaan dibawah BKSDA Riau.

Namun, keberadaan PLG Sebanga sempat memicu konflik dengan warga sekitar, yang berujung pada pembakaran kompleks pada 23 Desember 1993. Seluruh fasilitas hangus, tetapi seluruh gajah berhasil diselamatkan dan dipindahkan sementara ke Desa Pinggir sebelum akhirnya direlokasi ke Desa Sialang Rimbun pada 1994. Lokasi PLG Sebanga pun berubah menjadi perkebunan kelapa sawit saat ini.

Meski sempat mengalami masa sulit, PLG Sebanga berperan penting dalam upaya konservasi gajah. Sejak 1993, gajah-gajah binaan dari lokasi ini telah didistribusikan ke berbagai daerah sebagai bagian dari edukasi dan konservasi ex-situ untuk masyarakat Indonesia.(Oki)

 

4 / 100 Skor SEO

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.