MP, PEKANBARU– Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan sekaligus melakukan groundbreaking 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Provinsi Riau, Selasa (17/3/2026).

Peresmian dipusatkan di Desa Gobah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Program ini mencakup 27 jembatan yang telah rampung pada tahap pertama serta pembangunan 83 jembatan lainnya pada tahap kedua.
Kapolri mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi Polri dengan berbagai pihak untuk membantu masyarakat, terutama di daerah dengan akses transportasi terbatas. Keberadaan jembatan diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kegiatan itu, Kapolri juga berdialog dengan masyarakat setempat serta melakukan komunikasi virtual dengan jajaran di Kabupaten Kepulauan Meranti terkait kondisi jembatan rusak yang menjadi akses utama siswa menuju sekolah. Infrastruktur tersebut dinilai mendesak untuk diperbaiki demi keselamatan warga.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyebut total 110 jembatan yang dibangun memiliki makna filosofis “Satyahaprabu”, yang mencerminkan kesetiaan kepada negara dan pemimpin. Hingga saat ini, 27 jembatan telah selesai 100 persen, sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan dan persiapan.
Menurutnya, program ini merupakan implementasi dari konsep Polri Presisi yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga kehadiran nyata dalam membantu kebutuhan masyarakat.
“Jembatan ini menjadi penghubung wilayah sekaligus simbol pertumbuhan peradaban. Dengan konektivitas yang semakin baik, diharapkan interaksi ekonomi dan sosial masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.
Selain peresmian infrastruktur, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial berupa 500 paket sembako Ramadan serta perlengkapan sekolah bagi para pelajar di sekitar lokasi.
Safari Ramadan dan Penguatan Silaturahmi
Dalam rangkaian kunjungan kerja di Riau, Kapolri juga melaksanakan safari Ramadan yang diisi dengan berbagai kegiatan. Usai meresmikan jembatan di Kampar, rombongan melanjutkan agenda ke kawasan Taman Nasional Tesso Nilo serta kegiatan di Mapolda Riau dengan program Green Policing.
Kapolri menilai Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan sebagai sosok pemimpin yang visioner dalam menghadirkan berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
Dalam rangkaian safari Ramadan tersebut, Kapolri bersama jajaran pejabat utama (PJU) Polri, serta Siti Hediati Hariyadi juga menghadiri sejumlah agenda, di antaranya penandatanganan pengukuhan Masjid Al Adzim serta pembentukan Satgas PHK.
Kapolri menyebut momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan ketakwaan. Ia menegaskan, kebersamaan lintas elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga persatuan nasional.
“Ini momen penting untuk memperkuat silaturahmi. Persatuan bangsa harus terus kita jaga di tengah berbagai dinamika,” ujarnya.
Selain itu, Kapolri juga meresmikan masjid sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan spiritual masyarakat.
Di kesempatan yang sama, Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika demokrasi. Ia menekankan pentingnya stabilitas keamanan sebagai modal utama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kapolri juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan bonus demografi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global dan menjadi negara maju di masa depan.