Brimob Polda Riau Temukan Ibu dan Anak Terseret Arus Banjir Agam: Sunyi yang Mematahkan Hati Warga Kampung Kunyik
MP, AGAM — Sunyi sore di Kampung Kunyik, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mendadak pecah oleh seruan lirih para petugas. Setelah berjam-jam menyisir lumpur dan puing, personel Satuan Brimob Polda Riau yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II akhirnya menemukan apa yang paling ditakutkan warga, dua jasad yang hilang sejak banjir bandang merenggut pemukiman mereka.
Di antara rerimbunan material kayu dan genangan air keruh, tubuh Fany Rama Putri (31) dan putranya Faris Al-Fatih (6) ditemukan sekitar pukul 14.10 WIB. Ibu dan anak itu ditemukan tak jauh dari aliran banjir yang menyeret mereka pada hari naas tersebut. Kedua jenazah dievakuasi dalam keheningan yang berat menuju Musala Baitul Ikhlas TPA/MDA Jorong Subarang, tempat keluarga dan tim medis menunggu dengan mata sembab.
Suasana haru menyelimuti lokasi ketika kantong jenazah diangkat perlahan. Beberapa warga tak kuasa menahan tangis. Di tengah kesedihan itu, petugas Brimob tetap bergerak cepat, tak hanya mengevakuasi, tetapi juga menenangkan warga yang masih trauma.
Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, menegaskan bahwa pasukannya akan terus berada di garis depan hingga seluruh korban ditemukan dan situasi benar-benar aman.
“Kami berduka atas temuan hari ini. Personel kami terus menyisir setiap titik rawan, setiap laporan langsung ditindaklanjuti. Brimob hadir bukan hanya sebagai aparat, tapi sebagai bagian dari upaya kemanusiaan,” ujar Kombes Ketut, Senin (01/12/2025).
Pencarian tak berhenti di situ. Hingga malam, personel Brimob Polda Riau bersama tim SAR lainnya melanjutkan penyisiran. Medan licin, lumpur setebal betis, dan arus air yang tak menentu menjadi tantangan, namun semangat para petugas tak surut sedikit pun.
Di Agam, bencana ini bukan sekadar peristiwa alam, ia menyisakan cerita kehilangan, keberanian, dan keteguhan mereka yang terus berdiri membantu, bahkan ketika hujan masih turun dan tanah masih berguncang.
Tim terus bergerak. Warga terus berharap. Dan di tengah puing yang berserak, kemanusiaan tetap menjadi cahaya yang tak padam.