MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

KAMMI Nilai 10 Tahun Firdaus-Ayat Gagal Atasi Banjir dan Wujudkan Masyarakat Madani

MP, PEKANBARU – Jelang 2 hari lagi mengakhiri jabatan sebagai Walikota (Wako) dan Wakil Walikota (Wawoko), Firdaus-Ayat Cahyadi dinilai gagal mengatasi masalah banjir, sampah, jalan berlobang dan mewujudkan masyarakat Pekanbaru yang smart dan Madani.

Penilaian itu disampaikan pengunjukrasa damai dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pekanbaru di Tugu Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jumat (20/5/2022).

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap) KAMMI Pekanbaru, Andre Wilio, menyebutkan 10 tahun pemimpinan Firdaus-Ayat Cahyadi, beliau gagal menuntaskan persoalan banjir dan sampah serta jalan berlobang.

”Tengok saja di beberapa sudut jalan di Kota Pekanbaru, jika hujan saja lebih dari satu jam, jalan jalan digenangi air. Dan ini jadi anekdot bukan sebagai kota smart yang Madani tetapi menjadi Pekanbaru sebagai Kota Bertuah,” tukasnya.

Pun, soal sampah, kata Andre, malam hari cobalah melintas di samping jalan layang atau ”fly over”’ Pasar Pagi Arengka, pasti disuguhkan tumpukan sampah yang dan menebarkan bau yang tak sedap. Lalu, teruskan melintas di sepanjang ke arah Panam, ditemukan jalan jalan yang berlobang.

”Motto Firdaus-Ayat yang ingin menciptakan warga Pekanbaru yang Madani juga bertolak belakang dengan kebijakannya di bidang pendidikan. Sekolah bersejarah dan tertua di Kota Pekanbaru, Sekolah Dasar Negeri 001 masu digusur dengan dalih investasi,” ucapnya.

Orator yang yang lain, Bangun, menambahkan; ”kemana anggaran Pemerintah Kota Pekanbaru yang triliunan Rupiah setiap tahun. Tetapi banjir di mana mana, sampah berserakan, jalan pada berlobang. Sebagai warga Kota Pekanbaru, kami patut mempertanyakan!” pungkasnya.

Usai menyampaikan orasi secara bergantian, massa KAMMI Kota Pekanbaru ini pun membubarkan diri dengan tertib. * (DW Baswir)

10 / 100 Skor SEO

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.