MP, PEKANBARU – Kemajuan Information Technology (IT) atau teknologi informasi dan komunikasi telah membuka tahap baru bagi masyarakat untuk memperoleh informasi secara cepat dan mudah.
Namun pengaruh negatif IT tadi beredarnya informasi bohong atau hoax, ujaran kebencian (hate speech) , propaganda dan lainnya yang berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Demikian dikemukakan Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal saat membuka secara resmi pelatihan peningkatan kemampuan bagi personel BidHumas jajaran Polda Riau dan Polda Kepri di aula Tribrata Polda Riau, Kamis (17/3/2022).
Pelatihan yang ditaja Divisi Humas Polri tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Multimedia Brigjen Muharrom Riyadi dan diikuti oleh sebanyak 26 personel Humas baik dari Polda Riau dan Polda Kepulauan Riau.
Di kesempatan itu, Iqbal mengingatkan pentingnya jajaran Bidang Humas (BidHumas) meningkatkan kemampuan dalam mengelola informasi dengan dukungan peralatan memadai dan memanfaatkan kemajuan teknologi.
“Kini masyarakat memperoleh informasi secara cepat dan mudah. Masyarakat memiliki akses terhadap sumber informasi di manapun berada. Namun konsekuensinya, masyarakat menjadi lebih kritis dan tanggap terhadap banyak hal yang berkembang saat itu,” katanya.
Menurut Iqbal, BidHumas Polda harus mampu menciptakan sistem yang mampu mengelola isu tersebut agar menjadi hal positif. Lalu harus mampu juga memitigasi dan menetralisir pemberitaan negatif.

“Peralatan dan teknologi yang ada di kepolisian tentunya harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusianya.
Oleh karena itu, melalui pelatihan ini saya berharap sekaligus saya menekankan agar para operator dapat memaksimalkan kemampuan untuk dapat memitigasi dan menetralisir informasi dan pemberitaan negatif,” ucapnya.
Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini mengingatkan para peserta untuk menjaga integritas yang tinggi sehingga tujuan pelatihan dapat tercapai. “Ikuti pelatihan ini dengan baik dan sungguh sungguh, jaga integritas Polri,” pungkasnya. * (DW Baswir)