MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Komisi IV DPR RI Didesak Selesaikan Kebun Sawit Ilegal Skala Besar di Riau

MP, PEKANBARU — Beberapa hari belakangan ini, anggota Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Riau.

Dalam kaitan itu, peneliti sekaligus Koordinator Umum Wahana Lingkungan Hidup Kehutanan dan Perkebunan (WLHKP) Indonesia Larshen Yunus mendesak anggota Komisi IV DPR RI itu fokus segera menyelesaikan persolan lahan perkebunan sawit ilegal berskala besar di Bumi Lancang Kuning.

”Turunnya Komisi IV DPR RI beberapa lalu patut dicurigai. Apakah mereka memang ingin menyelesaikan persoalan kebun sawit ilegal atau hanya sandiwara belaka,” ucapnya kepada wartawan, Selasa (1/2/2022).

Yunus menilai kehadiran Komisi IV DPR-RI yang dipimpin Dedi Mulyadi SH tak sepenuhnya serius dalam menuntaskan kasus 3,5 juta hektare perkebunan dan pertambangan ilegal di kawasan hutan maupun terhadap 1,8 juta hektare yang selama ini disampaikan Gubernur Riau, Drs H Syamsuar M.Si.

Menurut hemat Larshen Yunus, di wilayah Provinsi Riau masih sangat banyak kegiatan ilegal daripada yang legal. Jika memang Gubernur Riau komitmen dengan slogannya Riau Hijau, Syamsuar mendorong Komisi IV DPR RI menuntaskan persoalan lahan ilega perebunan sawit berskala besar terlebih dahulu.

”Segera tertibkan korporasi yang HGU-nya sudah mati. Jangan justru HGU yang masih aktif digertak ataupun di takut-takuti,” tegas Larshen Yunus.

Alumni Sekolah Vokasi Mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu juga jelaskan, bahwa Komisi IV DPR-RI, Kementerian LHK dan Pemerintah Provinsi Riau mesti serius lagi. Jangan bermain di ranah politis bahkan yang cenderung dengan unsur sandiwara.

“Kami contohkan lagi, seperti di Kabupaten Siak dan Pelalawan. Komisi IV DPR-RI turun ke salah satu tempat yang menuding penguasaan kebun sawit dalam kawasan hutan seluas 2 ribu hektare,” beber Yunus.

Padahal, angka tersebut sangat keliru, karena sepengetahuan pihaknya hanya berkisar hampir 900 hektare.

”Ini yang saya bilang hanya lips service aja. Penggiringan opini. Seolah olah jika dilihat dari luasan penjarahan kawasan hutan cukup luas. Padahal jika dicermati laha mereka kelihatan lebih berani sama ‘pemain kecil’ ketimbang korporasi raksasa, ” tutupnya. * (DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.