MP, PEKANBARU – Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mendukung penuh Program ”PINTAR” yang diinisiasi Tanoto Foundation. Program PINTAR ini merupakan kolaborasi antara Tanoto Foundation dengan pemerintah dan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk terus mendorong peningkatan mutu pendidikan guru dan kepala sekolah di tanah air melalui inovasi dan terobosan baru.
Dikatakan Gubri, di zaman yang serba digital dan transparan, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan kompetitif perlu didorong untuk menghasilkan generasi muda yang berdaya saing.
“Melalui program PINTAR ini telah menunjukkan perubahan-perubahan praktik, baik dalam pembelajaran, manajemen berbasis sekolah dan budaya baca di tingkat SD/MI, serta SMP/MTS di Provinsi Riau,” kata Syamsuar dalam peluncuran Booklet “Lentera Harapan: Kisah Inspiratif Pendidikan dari Bumi Lancang Kuning”, Kamis (27/1/2022).
Ditambahkan Gubri, melalui Program PINTAR, Provinsi Riau dapat membangun sebuah sistem yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah pertama di sekolah-sekolah regular dan sekolah keagamaan.
“Semoga keselarasan dalam bersinergi ini dapat bertahan lama. Kami berharap, dengan terdongkraknya setiap potensi yang dimiliki oleh anak-anak Riau melalui Program PINTAR ini, terangkat pula taraf hidup dan kesetaraan dalam memperoleh pendidikan. Semoga buklet ini dapat menjadi ruang untuk berdialog soal isu dan mutu pendidikan di Provinsi Riau,” jelasnya.
Siti Jullaikah, salah satu fasilitator Program PINTAR dari SDN 153 Pekanbaru mengakui, kreativitas memang menjadi hal krusial dalam proses belajar mengajar.
Program PINTAR membuka perspektif baru bagi dirinya dan para guru lain yang menjadi fasilitator untuk menerapkan konsep pembelajaran yang kreatif.
Menurut Siti, guru zaman sekarang tidak bisa hanya datang, duduk, menerangkan sedikit materi, lalu memberi soal yang harus dijawab oleh siswa. “Kita harus menerapkan learning by doing agar pelajaran bisa membekas di hati siswa,” jelasnya.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Fakhrurrozi, sepakat bahwa Program PINTAR ini telah membantu dirinya dan rekan-rekannya untuk terus berupaya menjadi pemantik inovasi, seperti adanya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam berbagai kegiatan.
“Pendidikan yang bermutu dimulai dari guru yang berkualitas. Peningkatan kualitas tersebut hanya terjadi bila setiap guru mau berinisiatif dan mendobrak cara pandang lamanya. Saya berharap mutu pendidikan di Siak akan lebih meningkat dan dapat dirasakan secara merata,” tuturnya.
Di kesempatan sama, Dr. J. Satrijo Tanudjojo, CEO Global Tanoto Foundation menyebutkan, pendidikan merupakan pondasi utama untuk membangun masa depan anak-anak bangsa. Secara langsung masa depan pembangunan Indonesia ditentukan oleh kualitas SDM.
“Tantangan pendidikan dasar di Indonesia berakar dari berbagai dimensi, diantaranya pengembangan materi ajar yang belum tepat sasaran, kurangnya minat baca anak didik, serta lemahnya struktur dan kapasitas kepemimpinan sekolah,” terangnya.
Dengan hadirnya Program PINTAR ini, imbuh Dr J Satrijo, Tanoto Foundation terus mendorong peningkatan mutu pendidikan guru dan kepala sekolah di tanah air melalui inovasi dan terobosan baru.
Perjalanan transformasi dan inovasi pendidikan oleh para guru yang didampingi Tanoto Foundation ini terekam dalam Booklet “Lentera Harapan: Kisah Inspiratif Pendidikan dari Bumi Lancang Kuning” yang diluncurkan di rumah Dinas Gubernur Riau.
Di dalamnya terdapat kisah-kisah inspiratif yang hadir dari sisi fasilitator daerah meliputi guru dan kepala sekolah di SD/MI dan SMP, kisah dari dua orang dosen yang mengabdi di universitas yang berbeda, perspektif dari sisi pemerintahan melalui kacamata seorang bupati, kisah dari Dinas Pendidikan, serta cerita dari kursi Kementerian Agama.
Kisah-kisah dalam booklet ini adalah gambaran nyata dunia pendidikan di Indonesia, dan ingin menunjukan betapa besar potensi peningkatan mutu pendidikan Indonesia bila kita berkolaborasi untuk satu tujuan. * (Marden)