MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Ditanya Soal Kasus Dugaan Korupsi Mantan Plt Sekwan DPRD, Kasi Intel Kejari Pekanbaru Memilih Diam

MP, PEKANBARU – Apakabar laporan dugaan korupsi mantan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Pekabaru berinisial BR?

Pertanyaan itu muncul di tengah masyarakat Kota Pekanbaru.

Hampir satu bulan sejak dilaporkan 3 organisasi kepemudaan (OKP), terdiri dari Pemuda Milenial Pekanbaru (PMP), LIRA dan LP-KPK, belum ada tampak progress laporan pengaduan masyarakat (Dumas) itu.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Pekanbaru Lasargi Marel, SH, MH yang dikonfirmasi Medium Pos melalui pesan WhatsApp (WA), Kamis (27/1/2022), memilih untuk tidak menjawab.

Padahal notifikasi di nomor WA Marel 0812-754- **** menunjukkan telepon genggamnya sedang online.

Sikap tertutupnya pihak Kejari Pekanbaru terkait dugaan korupsi APBD tahun 2020 yang pos anggaran Sekwan DPRD Kota ini menimbulkan tanda tanya besar.

Padahal dugaan kerugian ditimbulkan akibat adanya sejumlah kegiatan fiktif, penggembungan atau mark-up semasa mantan Plt Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota BR ini ditaksir sampai Rp97 miliar.

”Aneh saja. Jika penyidik Kejari kesulitan memulai penyelidikan. Mereka bisa saja masuk di item realisasi makan minum anggota DPRD dan tamu yang realisasinya senilai Rp1,07 miliar lebih.

Ketika itu Pandemi Covid-19 lagi tinggi tingginya, Kegiatan rapat paripurna dan agenda menerima tamu di Sekwan boleh dikata nyaris tidak ada. Jika pun ada, lebih banyak secara virtual atau online,” kata Teva Iris, Ketua Pemuda Milenial Pekanbaru, terpisah.

Lalu, imbuh Teva, ada lagi biaya penyebarluasan informasi yang bersifat penyuluhan berupa pengelolaan website DPRD. Tak tanggung realisasi anggarannya mencapai 98,37 persen senilai Rp24,8 miliar.

”Padahal kita tahu pada tahun 2020 itu karena Pandemi Covid-19 sedang tingginya, kegiatan Sekwan DPRD Pekanbaru pun minim. Lalu biaya publikasi sebesar itu digunakan untuk penyebarluasan informasi apa? Wong kegiatannya minim. Kalau disebut untuk membuat website DPRD Pekanbaru, nilai yang Rp24,8 miliar sangat fantastik!” tutup Teva Iris lagi. *

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.