Agung-Markarius Ubah Wajah Pekanbaru Menjadi Lebih Baik dalam Satu Tahun
MP, PEKANBARU – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar mulai menunjukkan perubahan signifikan di berbagai sektor pembangunan kota. Berbagai program yang sebelumnya menjadi janji politik kini terealisasi dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Kota Pekanbaru bergerak cepat membenahi persoalan mendasar kota, mulai dari kebersihan, penanganan banjir, pendidikan, kesehatan hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Fokus pembangunan diarahkan pada percepatan pelayanan publik serta pembenahan tata kelola kota yang lebih modern dan responsif.
Salah satu kebijakan yang paling dirasakan masyarakat ialah penurunan tarif parkir kendaraan bermotor. Langkah ini dinilai mampu meringankan beban warga di tengah tekanan ekonomi sekaligus menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Di sektor lingkungan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggulirkan Gerakan Serbu Sampah melalui pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan. Program ini diperkuat dengan penindakan terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal serta penertiban 175 tiang reklame yang dianggap mengganggu estetika kota.
Transformasi pelayanan publik juga terlihat melalui kehadiran Mobil AMAN yang melayani administrasi kependudukan langsung ke masyarakat. Sementara untuk meningkatkan rasa aman warga, pemerintah meluncurkan layanan darurat cepat tanggap Pekanbaru Aman 112 melalui pembentukan Tim Reaksi Cepat.
Pada sektor infrastruktur, capaian pembangunan bahkan disebut melampaui target. Pemerintah kota berhasil memperbaiki lebih dari 42 kilometer jalan, meremajakan 42 halte, memasang lampu penerangan jalan umum serta menghadirkan fasilitas wifi gratis di sejumlah titik publik.
Penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan klasik Pekanbaru juga dilakukan secara serius. Pemerintah melakukan pembenahan pada 20 titik rawan banjir, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer serta perbaikan drainase dan daerah aliran sungai sepanjang 109,5 kilometer.
Komitmen menjadikan Pekanbaru sebagai kota hijau diwujudkan melalui penanaman 15 ribu pohon. Di saat bersamaan, pemerintah juga mulai mengembangkan proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah perkotaan.
Di bidang pendidikan, program Zero Putus Sekolah menjadi salah satu langkah strategis yang mendapat perhatian luas. Sebanyak 1.778 anak yang sebelumnya terdata mengalami persoalan pendidikan berhasil dijangkau, dan 757 anak di antaranya kembali melanjutkan pendidikan.
Pemerintah kota juga membantu penyelesaian ijazah tertahan serta penyediaan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu. Program wajib belajar 13 tahun diperkuat melalui penyediaan satu PAUD di setiap kelurahan yang terintegrasi dengan layanan posyandu.
Pada sektor kesehatan, Pemko Pekanbaru menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Saat ini, sebanyak 27 dapur umum MBG telah beroperasi dengan kapasitas 3.000 hingga 3.500 porsi per hari.
Perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat juga diwujudkan melalui program beasiswa S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an. Selain itu, Program Rp100 Juta per RW diluncurkan guna memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
Dari sisi ekonomi dan tata kelola pemerintahan, capaian Pemko Pekanbaru dinilai cukup signifikan. Pemerintah berhasil melunasi utang daerah warisan sebelumnya sebesar Rp467 miliar. Di tengah efisiensi anggaran nasional, Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru meningkat hingga 50 persen, dari sekitar Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun.
Peningkatan PAD didorong reformasi pelayanan pajak serta percepatan investasi. Kebijakan diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mendapat respons positif masyarakat, sementara pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu jam.
Prestasi nasional pun mulai diraih Pemerintah Kota Pekanbaru. Pada 2026, Pemko Pekanbaru menerima penghargaan UHC Awards setelah capaian kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat menembus lebih dari 100 persen.
Selain itu, Pekanbaru juga meraih peringkat dua nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 kategori penurunan stunting dan kemiskinan. Penghargaan tersebut menjadi indikator keberhasilan program intervensi sosial, layanan kesehatan dan penguatan ekonomi masyarakat yang dijalankan secara terintegrasi.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, Pemko Pekanbaru juga mendorong penguatan budaya dan olahraga. Pekanbaru berhasil meraih Juara II MTQ tingkat Provinsi Riau serta sukses menggelar MTQ ke-57 tingkat kota. Festival Kreatif Budaya Melayu turut digelar untuk mendukung pelaku UMKM sekaligus melestarikan budaya daerah.
Di bidang olahraga, event Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah menjadi bagian dari upaya membangun gaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Pekanbaru juga terus mempercepat pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN), mulai dari pembentukan 83 Koperasi Merah Putih berbadan hukum di seluruh kelurahan, pembangunan rumah layak huni, pengembangan jaringan gas kota sebanyak 20 ribu sambungan rumah hingga digitalisasi pendidikan melalui penggunaan smartboard di sekolah negeri.
Satu tahun kepemimpinan Agung Nugroho dan Markarius Anwar kini mulai memperlihatkan arah pembangunan kota yang lebih terukur dan sistematis. Berbagai persoalan mendasar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat perlahan dibenahi melalui program nyata yang langsung dirasakan warga Kota Pekanbaru.*** (adv)