MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Rugi Rp 238 Miliar, PT BSP Berganti Pucuk Pimpinan: Ada Apa di Balik Restrukturisasi Cepat Perusahaan Daerah Riau?

MP, PEKANBARU – PT Bumi Siak Pusako (BSP), salah satu perusahaan daerah andalan Riau, berguncang. Hanya berselang tiga bulan setelah mencatatkan kerugian fantastis sebesar US$ 14,7 juta atau setara Rp 238 miliar, perusahaan ini melakukan restrukturisasi besar-besaran pada jajaran direksi dan komisarisnya.

Demikian diungkapkan Agung Marsudi, seorang Pemerhati Geopolitik dalam siaran persnya.

Dibeberkannya, restrukturisasi ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) di Hotel Novotel Pekanbaru, Kamis (4/9/2025) lalu.

RUPS-LB ini dihadiri para pemegang saham utama, yang tak lain adalah para petinggi daerah, seperti Wakil Bupati Siak Syamsurizal, Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, dan perwakilan Pemprov Riau.

Dalam keputusan yang dinilai mendesak itu, H. Heriyanto, SH dikukuhkan sebagai Komisaris Utama baru. Sementara Direktur Utama Iskandar digantikan oleh Raihan yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, membenarkan restrukturisasi ini. Tujuannya untuk memperkuat kinerja perusahaan, menjaga fokus operasional, serta memastikan target pemegang saham dan negara dapat tercapai.

Namun langkah cepat ini menuai tanda tanya. “Sebab, catatan kerugian Rp 238 miliar yang diumumkan dalam RUPS biasa pada 30 Mei 2025 silam, seolah menjadi pemicu langsung pergantian pucuk pimpinan dalam waktu singkat,” kata Agung lagi.

Tidak hanya di PT BSP, gelombang perubahan serupa ternyata melanda perusahaan daerah saudaranya. PT SPR Langgak, anak usaha PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) yang mengelola Blok Langgak, juga baru saja menggelar RUPS di Jakarta pada Rabu (27/8/2025).

Hasil RUPS tersebut mengangkat Sukamto Tamrin, mantan Vice President Remediation & Site Retirement di PT PHR, sebagai Direktur baru. Pengangkatan Sukamto ini menarik untuk dicermati karena ia menggantikan Ahmad Sabidi yang baru setahun menjabat, sejak 27 Juli 2024. Ahmad Sabidi sendiri dahulu menggantikan Ikin Faizal yang diberhentikan karena terjerat perkara hukum.

RUPS PT SPR Langgak ini hanya sepekan berselang dari RUPS induknya, PT SPR, yang pada 21 Agustus 2025 mengangkat Ida Yulita Susanti sebagai direktur.

Pertanyaan Besar di Balik Drama RUPS Beruntun

Gelaran RUPS yang beruntun dalam waktu singkat pada dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) migas Riau ini menimbulkan sejumlah pertanyaan kritis. Di tengah harapan bahwa BUMD harus menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) dan penggerak pembangunan, realitas di lapangan justru menunjukkan gejolak internal yang tajam.

“Praktik good corporate governance dipertanyakan. Apakah RUPS-RUPS ini murni untuk penyelamatan kinerja perusahaan, ataukah menjadi arena perebutan pengaruh dan ‘balas budi’ politik di tingkat elite daerah?” kata Agung.

Khusus untuk PT BSP, publik kini menunggu langkah strategis apa yang akan diambil oleh pimpinan baru, Raihan, untuk membalikkan keadaan dari lubang kerugian ratusan miliar rupiah.

Sementara di Blok Langgak, kompetensi dan reputasi Sukamto Tamrin diuji untuk mengoptimalkan aset strategis daerah tersebut.

“Migas Riau, yang pernah menjadi tulang punggung bangsa, memanggil putra-putra terbaiknya. Bukan untuk berbagi kursi, tetapi untuk bekerja keras mendongkrak produksi dan membawa kejayaan kembali dengan kepala tegak,” pungkas Agung Marsudi.* (DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.