MP, PEKANBARU – Sebanyak 150 peserta ikuti Kejuaraan Tenis Meja yang diadakan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia Riau (PTMSI) yang berlangsung di GOR Accasia Jalan Dirgantara Pekanbaru, 3 hari, 25 hingga dengan 27 Maret 2022.
Peserta berasal Perkumpulan Tenis Meja (PTM) dari 8 kabupaten/kota terdiri dari 4 kelas, Divisi 2, Veteran, U-19 dan Umum.
Kejuaraan ini dibuka langsung Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) PTMSI Komjen Pol (Purn) Drs.Oegroseno dan dihadiri perwakilan dari PTM, Pengurus Provinsi (Pengprov) dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Komjen Oegroseno menyampaikan bahwa akhirnya kepengurusan Pengrov Riau bisa terbentuk setelah sebelumnya pernah diberikan SK caretaker kepada orang lain tetapi tidak berjalan.
Oegroseno juga berharap melalui Pengprov PTMSI Riau yang sudah terbentuk ini bisa melahirkan bibit atlet profesional dari tenis meja.
“Kami pengurus pusat akan mencari bibit bibit dari seluruh daerah, dan akan diikutkan dalam seleksi nasional dan dijadikan atlet nasional, yang nantinya akan dilatih pelatih tenis meja dari Korea Selatan,” ucapnya.
Oegroseno juga mengingatkan bahwa tidak ada orang lain yang boleh menghalangi setiap orang untuk memilih olahraga yang ingin dia ikuti. Karena hal tersebut melanggar Undang undang Nomor 5 tahun 2003 tentang Keolahragaan.
Maka seharusnya tidak perlu ada pencekalan terhadap atlet yang ingin ikut kejuaraan apapun.
Sementara itu Ketua Panitia Kejuaraan Pengprov Riau, Wan Alfi Syahrin menyebutkan sebelumnya untuk Kelas U 15 dan U 19 sudah banyak yang mendaftar, namun setelah itu satu persatu menyatakan mengundurkan diri karena adanya tekanan dari pihak lain.
“Juga ada larangan bagi yang ikut untuk membawa nama PTM PTM nya,” ungkap Wan Alfi Syahrin.
Dibeberkannya, sebelumnya sudah mendaftar 180 peserta, namun akhirnya 30 peserta mengundurkan diri.Wan Alfi yang juga mantan atlet tenis meja dari PTM Mandiri ini.
Wan Alfi menyampaikan sampai saat ini sudah terdaftar 150 peserta dari 8 kabupaten Kota dan dari beberapa PTM.
Kejuaraan ini murni hanya untuk memeriahkan pengukuhan PP TMSI Riau ini, dan sebagai ajang silaturahmi.
Pengprov PTMSI dibawah PP PTMSI telah hadir di Riau.Alfi juga menerangkan bahwa dalam kejuaraan ini peserta tidak dipungut biasa, dan juga diberikan konsumsi gratis berupa makanan ringan.
Si samping itu, pada kejuaraan ini juga memperebutkan hadiah berupa uang tunai, thropy dan seluruh peserta diberikan sertifikat penghargaan yang ditanda tangani langsung oleh Ketua Umum PP PTMSI.
Hingga berita ini diturunkan, pertandingan sudah menyelesaikan 3 kelas, dan telah melahirkan juara juara baru, di kelas U 19 Juara 1 berhasil dimenangkan oleh Fayad Arkan Isayuni.Fayad mengalahkan Imam Lutfi, sementara itu tempat ketiga diraih oleh Ayidin.
Pertandingan di kelas lainnya dilanjutkan esok hari, dari pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Ketua Pengprov PTMSI Riau, Dedi Harianto Lubis yang akrab disapa “Boy” menerangkan visi dan misi cabang olahraga (cabor) yang ia bina ini ingin memberikan ruang bagi seluruh pecinta tenis meja.
“Kami akan berupaya bagaimana di Riau ini mampu melahirkan atlet sekelas nasional dan internasional,”katanya.
Kendati diakui Boy itu tidak lah mudah. “Ini merupakan tanggung jawab moral kita bersama. Siapapun itu, selagi kita mengaku sebagai pecinta tenis meja, secara moral itu menjadi tanggung jawab kita, dan harus bersama – sama,” pungkasnya. * (rls)