MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Pondok Lansia “Rumah Penuh Kasih” Diresmikan, Harapan Baru bagi Orang Tua Terlantar

MP, PEKANBARU — Sebuah harapan baru bagi para lanjut usia yang terlantar akhirnya hadir di tengah masyarakat. Pondok Lansia “Rumah Penuh Kasih” resmi dibuka di Jalan Utama/Hidayatullah, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru,  Minggu (27/7/2025).

Pondok ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum lansia yang membutuhkan tempat bernaung di masa senja mereka.

Peresmian pondok lansia ini ditandai dengan suasana penuh kehangatan, serta dimeriahkan oleh atraksi Barongsai yang menambah semarak acara.

 

Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Riau, Supriyanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas berdirinya Rumah Penuh Kasih.

Dia menekankan bahwa keterbatasan pemerintah dalam menyediakan fasilitas untuk lansia membutuhkan sinergi bersama dengan masyarakat dan lembaga sosial.

“Pemerintah Provinsi Riau saat ini hanya memiliki satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yaitu Panti Lansia Husnul Khotimah di Marpoyan. Dengan hadirnya Rumah Penuh Kasih ini, semoga dapat menjadi tempat yang layak dan penuh kasih bagi orang tua kita yang kurang beruntung, terutama mereka yang tidak memiliki keluarga atau pendamping hidup,” ujar Supriyanto.

Sarkawi Lim, salah satu Dewan Pembina yayasan, menuturkan bahwa pendirian pondok lansia ini berangkat dari keprihatinan melihat banyak orang tua yang hidup dalam keterlantaran.

“Banyak dari mereka yang tidak terurus karena satu dan lain hal, bahkan ditinggalkan keluarga. Kami ingin menyediakan tempat berteduh yang layak sebagai terminal akhir yang penuh ketenangan menjelang akhir hayat mereka,” jelasnya.

Saat ini, Rumah Penuh Kasih telah merawat 11 lansia. Ketua Yayasan Rumah Penuh Kasih, Herlina, menjelaskan bahwa lansia yang tinggal di sana datang dari berbagai latar belakang.

“Ada yang belum pernah menikah, ada pula yang memiliki keponakan atau kerabat jauh yang tidak mampu merawat mereka. Beberapa bahkan dibantu oleh orang-orang baik di sekitar mereka yang menjadi wali,” ungkapnya.

Herlina juga menyampaikan bahwa sebagian besar penghuni pondok tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk membiayai kebutuhan hidup di usia senja.

 

Oleh karena itu, keberadaan pondok ini diharapkan menjadi pelita bagi lansia yang membutuhkan uluran tangan, sekaligus menjadi ladang amal bagi masyarakat yang ingin terlibat.

Rumah Penuh Kasih bukan sekadar tempat tinggal, namun juga dirancang sebagai ruang spiritual bagi para lansia agar dapat menjalani hari tua dengan beribadah, beristirahat, dan menikmati ketenangan hidup.

Dengan diresmikannya Pondok Lansia ini, Payung Sekaki kini memiliki ikon baru kepedulian sosial—sebuah rumah bagi mereka yang kerap dilupakan, namun tetap layak dihormati dan dicintai. * (DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.