MP, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya melakukan perbaikan infrastruktur di berbagai wilayah. Kondisi jalan rusak serta persoalan tunda bayar menjadi perhatian utama dalam pembahasan Refleksi Akhir Tahun 2025 yang digelar pada Rabu (31/12/2025).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan pemerintah daerah tetap berkomitmen menjalankan pembangunan meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Kita terus berupaya menggunakan dana yang ada. Kondisi ini tentu sangat mempengaruhi jalannya kegiatan pembangunan,” ujar SF Hariyanto.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 Provinsi Riau mengalami defisit anggaran sebesar Rp1,3 triliun. Kekurangan pembayaran tersebut ditargetkan akan diselesaikan pada awal tahun 2026.
“Tahun 2025 kita defisit Rp1,3 triliun. Kekurangan yang belum terbayar akan kita selesaikan di awal 2026,” jelasnya.
SF Hariyanto menegaskan, prioritas utama pemerintah adalah menjaga fungsi jalan agar tetap bisa dilalui masyarakat. Salah satu fokus utama adalah pengembangan Jalan Lingkar Soebrantas yang direncanakan tembus hingga Dumai.
“Alhamdulillah, ini bisa mengatasi kemacetan. Beberapa segmen Jalan Soebrantas, seperti di depan UNRI, Rumah Sakit Jiwa, dan UIN akan kita lebarkan hingga 14 meter,” katanya.
Pelebaran jalan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi arus kendaraan dari Rengat, Sumatera Barat, dan Dumai agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
“Dengan suka atau tidak suka, ada atau tidak ada duit, tetap kita kerjakan. Artinya, masyarakat dari tiga ruas tadi bisa keluar masuk Jalan Soebrantas tanpa macet,” tegasnya.
Selain itu, Pemprov Riau juga menyiapkan anggaran pembebasan lahan Jalan Soebrantas yang direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2027.
Pemerintah juga akan menata lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan, seperti Jalan depan Mal SKA, Jalan Nangka hingga SM Amin. Rencananya, jalur tersebut akan ditutup untuk persimpangan sebidang dan diarahkan menggunakan jalan layang tanpa lampu merah, termasuk penataan ulang U-Turn.
“Walaupun anggaran terbatas, kita tetap optimis. Kita kencangkan ikat pinggang bersama-sama. Hutang piutang tahun 2026 akan kita lunasi,” pungkas SF Hariyanto.