MP, PEKANBARU – Oknum perangkat desa di Kabupaten Pelalawan diduga telah menggelapkan lahan kelompok tani (Koptan) Agung Putra Jaya (APJ). Hal ini membuat resah anggota Koptan bersangkutan.
‘’Kami sudah berulang kali mempertanyakan kejelasan pola kemitraan Koptan Agung Putra Jaya kepada Kepala Desa (Kades). Tetapi hingga kini belum ada jawaban dari yang bersangkutan,’’ kata Kirad, salah seorang warga kepada wartawan, Jumat (21/01/2022).
Padahal, katanya lagi, pada 17 Maret 2021 sudah ada kesepakatan hak atas lahan kebun yang dituangkan dalam berita acara kesepakatan di kantor desa setempat.
Dalam perjanjian itu tertanggal 26 Maret 2012 sudah diputuskan pembagian pola mitra KKPA seluas 200 hektare antara warga desa dan Bapak Angkat pemilik lahan 120 hektare, yakni Muhammad Royan kini sudah wafat dan diwariskan kepada isterinya, Setiawati.
Bahkan pihak BPD Desa Lubuk Kembang Bunga telah menyampaikan permasalahan masyarakat desa dengan oknum pemerintahan desa dan Batin Muncak Rantau. Sehingga 80 hektare lahan milik warga yang dikelola pengurus Koptan APJ mengambang.
Sebelumnya, warga juga sudah pernah menyurati Ketua DPRD Pelalawan untuk menyampaikan permasalahan itu, melalui Badan Permusyawaratan Desa Lubuk Kembang Bunga.
Dalam suratnya tertanggal 02/12/2021, yang diteken Adan Gustian selaku ketua BPD Lubuk Kembang Bunga, terkait permohonan penyelesaian penggelapan kebun bagian masyarakat desa
Disampaikan, bahwa permasalahan masyarakat Desa Lubuk Kembang Bunga dengan oknum pemerintahan Desa Lubuk Kembang Bunga dan Batin Muncak Rantau berdasarkan perjanjian kesepakatan kerja sama tanggal 26 Maret 2012 lalu.
Di mana kesepakatan kerja sama tersebut masyarakat diwakili oleh Pemerintah Desa Lubuk Kembang Bunga dan Batin Muncak Rantau, serta nama-nama Aparat Desa.
Pihak BPD telah dua kali mengundang Kepala Desa LKB untuk meminta keterangan terkait masalah tersebut, namun Kades itu tak pernah hadir, dan hanya mengirimkan surat pemberitahuan, sehingga masyarakat tidak puas dengan jawaban sebatas surat kades.
Kades Lubuk Kembang Bunga Ukui, Rusi yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, hingga kini belum memberikan tanggapan. * (rilis/DW Baswir)