MP, PANGKALAN KERINCI -Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau realisasi investasi produk kemasan berkelanjutan milik Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) Group di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau, Selasa (29/3/2022).
“Kami menyambut baik investasi APRIL Group yang akan meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat lokal ini, sekaligus mendorong pembangunan ekonomi nasional,” katanya saat memberikan sambutan.
Pemerintah, imbuh Airlangga, akan terus mengembangkan strategi untuk mendukung pemulihan ekspor nasional melalui penguatan akses pasar dan membantu meningkatkan daya saing produk.
Hal senada disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita. Menurut dia, peningkatan produksi kertas karton di Indonesia akan mengurangi ketergantungan impor Indonesia sekaligus meningkatkan cadangan devisa negara melalui ekspor.
“Perkembangan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam melakukan substitusi impor serta memperkuat pengembangan industri dan manufaktur di seluruh Indonesia,” kata Menperin.
Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), unit usaha APRIL Group, Sihol Aritonang menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan ekonomi hijau atau green economy di Indonesia.
Investasikan Rp33, 4 Triliun
APRIL, ucapnya, akan memperluas portofolio produknya di sektor hilir dengan menginvestasikan Rp33,4 trilliun untuk mendirikan fasilitas produksi kertas kemasan (paperboard) berkelanjutan.
Pembangunan fasilitas baru yang berlokasi di Riau Kompleks PT RAPP di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Ini merupakan salah satu investasi manufaktur terbesar di Sumatra dalam kurun 10 tahun terakhir.
“Investasi ini diharapkan dapat mendukung laju pembangunan dan pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19 melalui diversifikasi produk hilir yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi,” katanya.
Sihol Aritonang menambahkan,
setelah selesai dibangun, setiap tahunnya fasilitas produksi ini akan menghasilkan 1,2 juta ton kertas kemasan lipat yang bersifat mudah terurai (biodegradable) dan mudah didaur ulang (recyclable).

“Pertumbuhan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan produk kemasan yang lebih ramah lingkungan di pasar domestik maupun internasional,” terangnya.
Dia juga mengatakan investasi ini merupakan tahap baru dalam perkembangan usaha APRIL di Riau, sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan untuk melanjutkan investasi jangka panjang di Provinsi Riau.
“Ini adalah investasi terbesar APRIL sejak didirikan hampir 30 tahun lalu. Diversifikasi produk ini memperkuat komitmen kami untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan seiring dengan komitmen keberlanjutan perusahaan dan visi APRIL2030,” ungkapnya.
Fasilitas ini, lanjut Sihol, juga akan memberikan multiplier effect yang signifikan berupa pembukaan peluang kerja bagi lebih dari 4.000 tenaga kerja dalam tahap konstruksi dan menyerap hingga 1.000 lapangan kerja baru setelah beroperasi secara penuh. * (DW Baswir)