MP, JAKARTA – Tepat berusia 10 tahun, kemarin, perusahaan jasa paket dan cargo Indah Logistik Cargo semakin memanjakan konsumennya.
Misalnya, Indah Logistik Cargo tidak hanya melayani pengiriman partai besar, kini telah berani melayani paket kecil, mulai dari 1 kilogram (Kg) . “Itu tentu untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumennya, yang kini melakukan pemesanan direct, langsung dari produsen, secara online,” terang H. Arisal Aziz, owner Indah Logistik Cargo dalam siaran pers yang diterima Medium Pos, Jumat (24/12/2021).
Melihat perubahan pola konsumen dan pasar ini, katanya lagi, Indah Logistik Cargo merespon perubahan ini dengan mulai melayani pengiriman 1 Kg tanpa minum charge.
Pada usia satu dekade ini pula, Indah Logistik Cargo juga mulai melakukan ekspansi pasar ke luar negeri. Bermodal kantor cabang yang dimiliki mereka di Malaysia saat ini, Arisal Aziz akan mengomandoi timnya untuk melebarkan sayap di pasar Asia Tenggara hingga Timur Tengah.
“Kita akan membuka cabang di Arab, Singapura, China, sampai Eropa. Kita sudah dapat chanel dari luar, untuk melayani kiriman dari Indonesia ke luar negeri, dan sebaliknya. Kita sudah didukung izin dan legalitas yang jelas, dengan kata lain bisa melayani ekspor dan impor,” ungkapnya.
Pada hari jadinya yang ke-10 ini juga, Arisal Aziz mempertegas posisi Indah Logistik Cargo yang sudah setara dengan perusahaan jasa pengiriman paket dan cargo besar lainnya di Indonesia, dalam hal jaringan, layanan, kecepatan, pemenuhan kebutuhan konsumen, hingga penggunaan teknologi yang ramah dengan pengguna jasanya, salah satunya adalah menyediakan layanan Cash on Delivery (COD).
Indah Logistik Cargo dalam mensejajarkan diri dengan kompetitor dari sisi menggarap peluang dengan pemanfaatan teknologi adalah mereka sedang mempersiapkan aplikasi dan armada ojek online sendiri. Rencana itu akan direalisasikan pada Februari 2022.
“Kita akan melayani city kurir, paket dalam hitungan jam, makanan, dan sekalian dengan ojeknya juga. Dalam aplikasi, kita juga bisa melayani apabila pelanggan butuh mobil seperti taxi. Teknologi kita sudah siap 90 persen, akan kita luncurkan Februari,” jelas Arisal Aziz.
Arisal Aziz menyadari bahwa kini pasar jasa pengiriman paket sudah bergeser dari pabrik atau industri ke rumah-rumah UMKM atau home industry, maka perusahaannya tak mau ketinggalan ikut mengambil peluang ini.
“Jika kita mau bertahan di perusahaan ekspedisi paket ini, kita harus kuasai arus keluar masuk barang. Dan itu ada di mall dan dunia maya,” sambungnya.
Meski begitu, Arisal Aziz mengakui memasuki momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengakui bahwa perusahaannya masih sedang menyesuaikan diri dengan hantaman badai Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, khususnya Indonesia dalam kurun waktu 2 (dua) tahun belakangan ini.
Menurut Arisal Aziz , ini sangat terasa bagi usaha jasa paket dan cargo. Indah Logistik Cargo mengalami penurunan omset sekitar 10 – 15 persen.
Hal itu dikarenakan banyak perusahaan yang rutin berkirim paket, mau tak mau berhenti beroperasi, bahkan tutup.
“Saya tidak tahu perusahaan lain, tapi di kami sendiri mengalami penurunan sebesar itu. Momen Nataru ini masih sedang naik pelan-pelan. Ekonomi kita sedang lesu. Bagaimana bisa berkirim barang kalau orang nggak belanja? Matahari yang jualan baju yang biasanya ngirim 10 truk sehari, sekarang aja udah nggak. Buku-buku cetak dari Gramedia juga udah nggak lagi,” tutupnya. * (rilis)