MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Besok, Kasus Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah Sekwan DPRD Pekanbaru Dilaporkan ke Kejari

MP, PEKANBARU – Jika tak ada aral melintang, besok pagi (7/12/2022), dugaan korupsi miliran Rupiah di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Pekanbaru, yakni Sekretariat DPRD (Sekwan) dilaporkan ke Kejaksaaan Negeri (Kejari).

Pihak pelapor tidak lain organisasi kepemudaan Pemuda Milenial Pekanbaru (PMP). ”Iya, insha Allah, besok kita laporkan dugaan korupsi yang diduga dilakukan semasa kepemimpinan Plt (Pelaksana Tugas, Red) Sekretaris Dewan DPRD Pekanbaru Badria Rikasari,’’ kata Teva Iris, Ketua Umum PMP dalam konferensi pers di salah satu kafe, Jalan Tuanku Tambusai, Kamis (6/1/2021).

Dalam konferensi pers itu, Teva Iris didampingi Larshen Yunus dari kantor pendampingan hukum Satya Wicaksana dan Ketua Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan Provinsi (LPK-PKP) Riau.

Dibeberkan Iris, setidaknya ada 7 (tujuh) item kegiatan dan pengadaan di Sekwan DPRD Pekanbaru yang mencurigakan.

‘”Diduga kegiatan ini ada yang digelembungkan anggarannya, ada yang fiktif dan lainnya. Tujuannya tidak lain merampok uang rakyat untuk keuntungan individu atau kelompok,” tukas Iris.

Salah satu item yang dilaporkannya adalah penyebaran luasan informasi yang bersifat penyuluhan berupa pengelolaan website DPRD Pekanbaru. Tak tanggung tanggung angka pengadaan website ini cukup fantastis yakni Rp24,4 miliar!

Dikatakan Iris, untuk item ini dia memutuskan sinergisitas dengan Satya Wicaksana. Karena, beberapa hari lalu Direktur Satya Wicaksana Larshen Yunus juga melaporkan dugaan korupsi belanja publikasi Diskominfo Provinsi Riau yang nilainya mencapai Rp22 miliar lebih.

‘’Modus yang digunakan pelaku sepertinya mirip. Bedanya, di Diskominfo nilainya Rp22 miliar lebih, sementara di DPRD Pekanbaru Rp24 miliar lebih,’’ pungkas Iris lagi. Mantan Plt Sekwan DPRD Pekanbaru berinisial BR yang dikonfirmasi Medium Pos melalui telepon genggamnya, tidak mau mengangkat panggilan masuk. Begitu juga pesan melalui WhatsApp (WA) juga ditidak ditanggapinya. * (DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.