MP, PELALAWAN – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas Timur, Kilometer 100, Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Senin (03/11/2025). Insiden tersebut melibatkan sebuah mobil Toyota Rush BM 1044 IJ dengan truk Mitsubishi Tronton BK 8062 CR.
Akibat kecelakaan itu, pengemudi Toyota Rush yang diketahui bernama Dewi Fitri (51), seorang aparatur sipil negara (ASN) asal Pekanbaru, mengalami luka di bagian kepala dan lengan kanan.
Menurut keterangan Kasatlantas Polres Pelalawan, AKP Tatit Rizkyan Hanafi, peristiwa bermula saat truk tronton yang dikemudikan Jomson Raja Guk Guk (46) melaju dari arah Sorek menuju Pangkalan Kerinci dengan kecepatan sedang. Di dalam truk tersebut juga terdapat seorang penumpang bernama Marojahan Sinaga (56).
Dari arah berlawanan, datang Toyota Rush yang dikemudikan Dewi Fitri. Saat tiba di lokasi kejadian, mobil tersebut diduga melebar ke sisi kanan jalan hingga keluar dari jalur utama.
“Pengemudi Toyota Rush berusaha kembali ke lajur semula, namun jarak dengan truk sudah terlalu dekat. Akibatnya, bagian samping kanan Rush menghantam bagian depan truk tronton, sehingga benturan keras tidak dapat dihindari,” ujar AKP Tatit Rizkyan Hanafi.
Benturan tersebut menyebabkan bagian kanan Toyota Rush ringsek parah, sementara Dewi Fitri segera dilarikan ke Puskesmas Pangkalan Kuras II untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, pengemudi dan penumpang truk tronton selamat tanpa luka.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, polisi menduga kecelakaan terjadi akibat kelalaian pengemudi Toyota Rush.
“Dari penyelidikan awal, pengemudi Rush diduga kurang berkonsentrasi dan kemungkinan mengantuk saat berkendara, sehingga kendaraan melebar ke kanan dan menabrak truk dari arah berlawanan,” jelas AKP Tatit.
Ia mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati, menjaga jarak aman, serta tidak memaksakan diri saat mengantuk.
“Apabila merasa lelah atau mengantuk, lebih baik menepi dan beristirahat. Keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan,” pungkasnya.