MP, PEKANBARU – Jelang masuknya bulan Suci Ramadan, Polda Riau memusnahkan puluhan kilogram (kg) narkoba jenis sabu, belasan ribu minuman beralkhool atau minuman keras (miras) hingga ribuan knalpot brong.
Kegiatan pemusnahan digelar di halaman Kantor Gubernur Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Selasa (21/3/2023) pagi.
Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil sitaan petugas selama Operasi Cipta Kondisi selama satu bulan penuh.
Menurut Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, barang bukti yang dimusnahkan itu terdiri dari 83,27 Kg sabu, 55,987 botol miras berbagai merk dan ribuan batang knalpot brong. Barang bukti itu disita dari 210 orang tersangka.
“Barang bukti yang musnahkan ini merupakan sitaan dari Operasi Cipta Kondisi. Mulai hari ini kita lanjutkan lagi Operasi Cipta Kondisi,’’ kata mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.
Irjen Iqbal menambahkan, operasi itu untuk menciptakan kondisi aman dan kondusif, agar saudara kaum muslimin lebih kusyuk memasuki Bulan Suci Ramadan yang penuh berkah, tanpa diganggu hal yang tidak diinginkan seperti narkoba, minuman keras, kebut-kebutan knalpot brong, dan lain sebagainya.
Menurut Iqbal, seluruh jajarannya bersama TNI dan Pemerintah Daerah, berkolaborasi untuk melakukan upaya preventive strike atau serangan pencegahan terhadap potensi tindak kejahatan.
Irjen Iqbal, operasi penertiban jelang Ramadan, juga menjadi bentuk kehadiran Korps Bhayangkara untuk menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya yang akan menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadan.
“Hal ini dilakukan sebagai efek deteren agar pelaku kriminal dan pencurian agar jera melakukan tidakak kejahatan. Kami tidak berhenti sampai disini. Setelah ini, mulai kemarin 20 Maret sampai 20 April 2023, kami juga akan menggelar operasi serupa dengan sandi Tertib Ramadan,” papar Jenderal polisi bintang dua tersebut.
Dirinya menerangkan, Operasi Tertib Ramadan digelar agar umat muslim di Provinsi Riau bisa lebih aman, myaman dan khusyuk dalam menjalankan rangkaian ibadah.
Bahkan setelah Operasi Tertib Ramadan, pihaknya juga bakal melanjutkan dengan operasi lainnya, yakni Operasi Ketupat Lancang Kuning 2023, yang khusus mengamankan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun 2023.
“Kami memastikan Riau bebas dari premanisme. Tidak ada sedikitpun ruang bagi pelaku kejahatan. Baik itu pencurian dengan pemberatan, pencurian dan kekerasan hingga aksi premanisme. Kami akan tangkap, dan berikan perlindungan kepada masyarakat,” tegas Kapolda Riau.
Sementara itu Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolda Riau dan jajaran.

Khusus masalah narkoba, Edy menilai hal ini perlu mendapatkan perhatian semua pihak, tidak hanya dari kepolisian dan BNNP Riau saja.
“Kami mengimbau kepada seluruh pihak agar bersama memerangi narkoba, harapan kita dengan begitu angka kriminalitas juga bisa menurun di Provinsi Riau,” tuturnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, perwakilan Danrem 031/WB, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Danlanud Roesmin Nurjadin, serta pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Riau lainnya. * (DWBaswir)