MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Forkicau Desak Pembaruan KONI Usai Prestasi Merosot

MP, PEKANBARU  Forum Komunikasi Cabang Olahraga Riau (Forkicau) menggelar silaturahmi dan diskusi besar-besaran bersama pengurus cabang olahraga se-Riau untuk merespons merosotnya prestasi Riau di ajang PON XXI Aceh–Sumut 2024.

Pertemuan yang berlangsung di salah satu hotel berbintang Pekanbaru, Selasa (2/11/2025) malam itu dihadiri 40 dari 63 Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (cabor) yang diundang.

Dalam forum tersebut, Tim 7 Forkicau —yang terdiri dari Yudesmon, Deni Ermanto Iddehan, Uspandi, Erwinsyah, Martias, Amrisal, dan Ichal— mengajak para pengurus cabor mengonsolidasikan sikap terhadap masa depan KONI Riau.

Para peserta menilai kepengurusan KONI Riau 2022–2026 gagal meningkatkan prestasi, ditandai anjloknya posisi Riau dari peringkat 8 pada PON XX Papua menjadi peringkat 12 dari 36 provinsi pada PON XXI Aceh–Sumut. Padahal, alokasi anggaran PON dinilai tidak mengalami perubahan signifikan.

Forum juga menyoroti persoalan serius lain, termasuk penjualan aset KONI Riau yang disebut dilakukan untuk menutup kekalahan dalam persidangan terkait gugatan mantan staf KONI periode sebelumnya.

Atas dasar itu, forum sepakat merumuskan kriteria ketua umum KONI Riau periode 2026–2030. Calon ketua harus sosok enerjik, mampu berkomunikasi baik dengan seluruh cabor, memiliki dedikasi waktu yang cukup untuk mengurus kepentingan olahraga, memahami pembinaan atlet dan memiliki jejaring kuat dengan sektor swasta maupun pemerintah daerah agar pembinaan olahraga berjalan optimal. Setiap calon juga diwajibkan membuat fakta integritas yang menegaskan komitmen terhadap pengembangan cabor.

Pertemuan lanjutan dijadwalkan pada 12 Desember 2025 dengan Pengprov Persambi Riau sebagai tuan rumah. Agenda forum berikutnya adalah mematangkan kriteria calon serta mendengar penyampaian visi dan misi bakal calon ketua umum KONI Riau.

Koordinator Tim 7, Deni Ermanto Iddehan, menyampaikan apresiasi kepada Ketua Pengprov Percasi Riau, H. Syafri Jaya, yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut.

“Pertemuan ini momentum penting untuk menyatukan langkah pengurus cabor demi prestasi olahraga Riau yang lebih baik,”tuturnya.

Kritik terhadap KONI Riau juga datang dari berbagai pengprov cabor yang hadir. Salah satunya dari Robert Hendrico, Ketua Pengprov Persambi.

Dia menilai KONI Riau masih memiliki “rapor merah” dalam pembinaan. Nada serupa disampaikan Ketua Pengprov Woodball Riau, Indra Tanjung, yang menyebut perhatian KONI terhadap cabor masih minim.

Sementara itu, Pengprov PBSI Riau, Idris Isubadi, menegaskan bahwa kandidat ketua KONI Riau harus mengikuti uji kompetensi dan memaparkan visi–misi di hadapan forum agar kredibilitas kepemimpinan dapat diuji. Idris juga menyampaikan harapan agar Iskandar Husein tidak kembali mencalonkan diri, mengingat kegagalan memperbaiki peringkat Riau pada PON 2024.

Forum pun sepakat bahwa perubahan kepemimpinan di KONI Riau merupakan langkah strategis demi mengembalikan kejayaan olahraga Bumi Lancang Kuning 4 (empat) tahun mendatang. * (Ricky Fernando)

59 / 100 Skor SEO

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.