MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Satgas Udara Lanud RSN Bergerak Cepat Selamatkan Riau dari Asap

MP, PEKANBARU — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di Provinsi Riau. Dari laporan BMKG kota Pekanbaru, pada Jum’at ( 25/07/2025), terdapat 156 titik panas di wilayah Riau, dari 462 titik panas yang terpantau di seluruh Sumatera.

Untuk wilayah Riau, Kabupaten Rokan Hilir tercatacat 68 titik panas dan Rokan Hulu sebanyak 42 titik.

Hotspot juga terpantau di Kabupaten Pelalawan 14 titik, Bengkalis 8 titik, Kampar 6 titik, Indragiri Hilir 5 titik, Kota Dumai 5 titik, Kuantan Singingi 2 titik, Siak 2 titik, Indragiri Hulu 2 titik, Kabupaten Kepulauan Meranti 1 titik dan Kota Pekanbaru 1 titik.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius, terutama karena sejumlah titik api berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Potensi polusi lintas batas kembali mengancam, mengingat cuaca panas dan angin kencang yang bisa mempercepat penyebaran asap.

Sebagai respons cepat, Pemerintah Provinsi Riau resmi menetapkan status Tanggap Darurat Karhutla. Menyikapi hal ini, Satuan Tugas Udara Karhutla yang dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, M.M.Pol., M.M.O.A.S., segera mengerahkan kekuatan penuh dalam mendukung upaya pemadaman dari udara. Operasi ini dilakukan secara terpadu bersama instansi terkait, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BNPB, TNI-Polri, Polda Riau, serta Korem 031/Wira Bima.

Satgas Udara terus bekerja keras menjangkau titik-titik api yang sulit diakses oleh pasukan darat. Sejumlah helikopter patroli, helikopter water bombing, dan pesawat modifikasi cuaca telah diterjunkan ke lokasi terdampak. Dalam waktu dekat, kekuatan udara akan ditambah guna mempercepat proses pemadaman dan memperluas jangkauan operasi.

Di darat, tim gabungan dari berbagai unsur juga berjibaku memadamkan api, khususnya di lahan gambut yang sangat mudah terbakar. Kolaborasi erat antara tim udara dan darat menjadi kunci dalam menekan meluasnya kebakaran. Komandan Lanud RSN menyatakan bahwa seluruh personel bekerja dengan semangat dan dedikasi tinggi demi menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat. Ia optimistis, dengan kerja sama yang solid, kebakaran dapat segera dikendalikan.

Upaya pencegahan juga menjadi perhatian utama. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Selain melanggar hukum, tindakan tersebut sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Satgas Udara Lanud Roesmin Nurjadin juga terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan dan lahan dari bahaya api. Kesadaran kolektif menjadi kunci untuk mencegah bencana asap terulang di masa depan.

“InsyaAllah, api akan segera padam,” tegas Marsma TNI Abdul Haris.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.