MP, DUMAI – Puluhan warga mendatangi kantor Bulog, Jalan Jenderal Sudirman Dumai, Selasa pagi (28/3/2023). Mereka mempertanyakan penyebab kosongnya stok beras tersebut.
Padahal, kata Sahat Mangapul Hutabarat, Kepala Laboratorium Kedaulatan Agribisnis Kerakyatan Persaudaraan Mitra Tani Nelayan (Lab KPAK PETANI ) Indonesia unit Riau, Gudang Bulog dari Pelabuhan Dumai sudah menerima beras impor untuk didistribusikan di Riau dan Kepulauan Riau, beberapa kali.
Mulai dari 2 Januari 2023, gudang Bulog Dumai menerima 4.800 ton beras dari Myanmar. Lalu 10 Januari 2023, beras impor dari Thailand sebanyak 5000 ton, 22 Februari 2023 disusul sebanyak 4800 ton dari Thailand.
“Total beras Impor yang masuk melalui Pelabuhan Dumai 14.600 ton,” kata Sahat Mangapul Hutabarat dalam siaran pers nya.
Ironisnya, berdasarkan hasil penyelusuran Lab KPAK PETANI Riau ke beberapa toko penjual beras di Pasar Pulau Payung, Jalan Diponegoro serta toko dan kedai sekitarnya, para pedagang mengaku sudah lebih seminggu beras Bulog tidak masuk.
“Sampai kapan beras Bulog langka di Dumai?” tanya Sahat Mangapul Hutabarat seraya menyebutkan mudah mudahan tidak ada mafia yang bermain dengan kebutuhan pokok rakyat ini.
Ditambah lagi sudah masuk puasa dan harga beras non Bulog tetap tinggi, tidak turun turun. * (rls/Ryan Ferdinan)