MP, BATAM – Di tengah gencarnya efisiensi yang didengungkan jajaran Direksi Bank Riau Kepri Syariah (BRKS), muncul ironi ketika anggaran ratusan juta rupiah justru dikucurkan untuk kegiatan serikat pekerja yang selama 19 tahun terakhir mati suria.
Musyawarah Besar I Serikat Pekerja BRKS yang digelar Minggu (23/8/2026) di Ballroom Menara Balai Dang Merdu, Pekanbaru, mendapat dukungan penuh dari direksi, sementara agenda rapat kinerja dan perayaan Milad Konversi ke-4 tahun terkesan terabaikan.
*Direksi Pilih Danai Ratusan Juta Rupiah untuk Mubes Dibandingkan Rapat Kinerja dan Milad
Seorang Pimpinan Cabang Pembantu (Pincapem) BRK Syariah yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa seluruh Pimpinan Cabang dan Pimpinan Cabang Pembantu se-Riau dan Kepri dibiayai penuh oleh perusahaan dalam bentuk Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD), termasuk tiket transportasi, akomodasi hingga jaket Mubes I. Total biaya yang dikeluarkan mencapai ratusan juta rupiah.
“Serikat pekerja ini menggelar Mubes I tahun ini. Padahal sejak 2007 silam, organisasi ini sama sekali mati suri, tidak pernah menyuarakan aspirasi pekerja dan tidak ada aktivitas berarti. Mubes ini seolah-olah digelar untuk membendung serikat pekerja lain yang lebih aktif dan kritis,”kata Pincapem tersebut kepada media ini.
Saat ini, terdapat dua Serikat Pekerja di BRKS. Satu di antaranya telah lebih dahulu menggelar Mubes pada Februari 2026 dan dikenal sebagai organisasi yang aktif, kritis, serta independen dalam menyuarakan aspirasi pekerja. Sementara itu, SP lainnya justru didukung penuh oleh direksi meskipun nyaris tanpa aktivitas selama hampir dua dekade.
Ironi semakin terasa ketika pelaksanaan Mubes mengabaikan Rapat Kinerja Bulanan yang selama ini dilakukan secara luring atau zoom. Para pegawai menyayangkan, alasan penghematan anggaran kerap digunakan direksi untuk meniadakan rapat kinerja, termasuk Rapat Kinerja Triwulan II yang diagendakan pada Juli 2026 hingga kini tak kunjung terlaksana.
Media ini berhasil mengonfirmasi sejumlah kepala kantor yang membenarkan adanya tekanan untuk menghadiri Mubes atau mengutus perwakilan. Beberapa sumber bahkan mengaku mendapat pesan langsung dari Pelaksana Tugas Direktur Utama, Helwin Yunus, agar menghadiri acara tersebut.
Keputusan ini dinilai kontraproduktif dengan upaya perbaikan kinerja bank. Di tengah sorotan kinerja BRKS yang belum membaik, puluhan Pincab dan Pincapem harus meninggalkan tugas pada hari kerja untuk menghadiri Mubes. Konfirmasi yang dilakukan media ini kepada Plt Dirut BRK Syariah, Helwin Yunus, hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan jawaban. * (DW Baswir)