MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Green Policing Jawab Krisis Lingkungan Riau

MP, PEKANBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar kegiatan Green Policing Eco Academy Tahun 2026 yang diikuti oleh ratusan hingga ribuan pelajar tingkat SLTA se-Provinsi Riau. Kegiatan tersebut berlangsung di Gelanggang Tribuana, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Pada Kamis (15/01/2026).

Acara ini dihadiri langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan, jajaran pejabat utama (PJU) Polda Riau, Danrem 031/Wira Bima, unsur Forkopimda, serta sejumlah tokoh nasional, di antaranya akademisi Rocky Gerung dan content creator sekaligus aktivis muda Sherly Annavita.

Dalam sambutannya, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya hutan di Provinsi Riau.

“Hari ini saya bangga hadir di sini, bukan mewakili Gajah Sumatera Domang dan Dona. Sampai hari ini mereka tidak bisa membuat petisi atau protes ketika hutan-hutan ditebang. Maka manusialah yang harus bersuara,” ujar Kapolda.

Ia mengungkapkan kondisi hutan Riau yang kian memprihatinkan. Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas hutan di Riau yang pada 2023 mencapai 5,6 juta hektare kini tersisa sekitar 1,4 juta hektare. Artinya, sekitar 75 persen hutan telah hilang akibat deforestasi dan pembakaran lahan.

“Ini bukan sekadar angka. Ketika asap muncul karena polusi udara, ketika banjir terjadi karena hutan gundul, itu adalah panggilan bagi kita semua, terutama adik-adik pelajar, untuk bergerak bersama,” tegasnya.

Kapolda juga menekankan bahwa generasi muda merupakan kunci perubahan. Menurutnya, kekuatan digital dan media sosial dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam menyuarakan isu lingkungan.

“Satu video tentang penebangan liar atau sampah berserakan bisa viral dan menggetarkan jutaan orang. Kalian adalah generasi yang tidak takut bersuara, kritis terhadap perusahaan perusak hutan, pemerintah yang tidak konsisten, bahkan terhadap Kapolda jika tidak konsisten,” ujarnya.

Ia mengajak para pelajar untuk memanfaatkan platform media sosial sebagai sarana edukasi lingkungan, melawan hoaks dan misinformasi, serta terlibat langsung sebagai relawan penanaman pohon dan kegiatan restoratif lainnya.

Sebanyak hampir 1.500 pelajar SLTA dari seluruh Pekanbaru hadir dalam kegiatan tersebut. Kapolda berharap, kegiatan Green Policing tidak hanya menjadi ajang orasi, tetapi juga menghasilkan aksi nyata yang terukur, seperti jumlah pohon yang ditanam dan dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat.

Sementara itu, content creator Sherly Annavita mengingatkan bahwa hutan memiliki dua sisi, yakni melindungi manusia atau justru menjadi sumber bencana jika rusak.

“Ketika hutan dimanfaatkan secara berlebihan, gelondongan kayu yang menumpuk justru menjadi awal bencana,” katanya.

Akademisi Rocky Gerung dalam pemaparannya menyampaikan bahwa krisis lingkungan di Sumatera pernah memicu kepanikan lintas provinsi akibat bencana asap. Ia menilai program Green Policing menjadi langkah strategis untuk memulihkan ekosistem.

“Sebatang pohon berhak dipanggil matahari, sebelum air berubah menjadi air mata kesedihan,” ucap Rocky dengan penuh makna.

Ia menambahkan bahwa Green Policing harus melahirkan generasi baru yang jujur, cerdas, dan peduli lingkungan. Menurutnya, etika lingkungan perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan di sekolah, dimulai dari hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan.

“Keadilan ekologi adalah hak generasi masa depan. Green Policing harus tumbuh secara akademis dan menjadi contoh bagi Nusantara,” pungkasnya.

Polda Riau berharap Green Policing Eco Academy dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang membentuk karakter generasi muda untuk mencintai alam, menjaga lingkungan, dan mewujudkan Riau yang lebih lestari di masa depan.

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.