MP, PEKANBARU – Sebanyak 77 lulusan Program Studi S1 Manajemen resmi dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Wisuda XIII STIE Dharma Putra Pekanbaru, Sabtu (27/09/2025).
Acara berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Pangeran, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.
Ketua STIE Dharma Putra, Dr. Fahmi Umar, menegaskan wisuda adalah awal pengabdian, bukan akhir perjalanan.
“Wisuda ini adalah bukti kerja keras, doa, dan pengorbanan yang luar biasa, baik dari mahasiswa maupun keluarga mereka. Selamat kepada seluruh wisudawan. Jadikan pencapaian ini sebagai awal untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di tengah masyarakat,” ujarnya.
Fahmi juga menyampaikan komitmen kampus untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui peningkatan jumlah dosen bergelar doktor.
“STIE Dharma Putra kami bangun sebagai rumah ilmu yang berakhlak dan berdaya saing. Kami menyadari masih ada kekurangan, dan untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya atas hal-hal yang belum sempurna,” tuturnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Prof. Nofrialdi, berpesan agar lulusan tidak terlena oleh kemudahan teknologi dan terus kreatif serta mandiri.
“Jadilah kebanggaan keluarga dan nilai tambah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, mengingatkan bahwa kesempatan menyelesaikan pendidikan hingga tingkat sarjana adalah anugerah yang tak dimiliki semua orang.
“Mayoritas penduduk Indonesia hanya tamat SMP atau SMA. Hanya sekitar 30 persen yang mampu menyelesaikan pendidikan hingga sarjana. Karena itu, jadilah nilai tambah di tengah masyarakat, bukan beban,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Pemprov Riau memiliki program satu rumah satu sarjana sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bumi Lancang Kuning.
Wisudawan terbaik, Nurul Azizah Rahman, SM, menyampaikan rasa syukur atas pencapaiannya.
“Ilmu yang kami peroleh siap kami terapkan di dunia kerja,” ungkapnya haru.
Wisuda ini menjadi tonggak lahirnya generasi muda berdaya saing dan berakhlak yang siap mengabdi untuk bangsa.