MP, KUALA LUMPUR – Sebanyak 15 karya penulis Indonesia, Robert Peranginangin, turut meramaikan Pesta Buku Antarbangsa Kuala Lumpur (Kuala Lumpur International Book Fair) 2025.
Ajang bergengsi yang diikuti penulis dari 27 negara ini berlangsung di Putra World Trade Center (PWTC), Kuala Lumpur, sejak 23 Mei hingga 1 Juni 2025.
Robert Peranginangin mengungkapkan rasa syukur atas undangan dari Persatuan Penulis Nasional (PENA) Malaysia untuk berpartisipasi dalam pameran ini. “Ini merupakan kehormatan besar bagi saya,” ujarnya kepada MediumPos.
Salah satu bukunya, berjudul “Renungan dari Penjara”, bahkan mendapat kesempatan diluncurkan secara resmi oleh Menteri Agama Malaysia, YB Senator Dato’ Setia DR. H. Mohd Na’im Bin Haji Mokhtar. “Beliau tidak hanya meluncurkan buku ini, tetapi juga membubuhkan tanda tangan di salah satu eksemplarnya,” kata Robert dengan bangga.
“Barata Brahmana, Bara Anak Bangsa” Jadi Sorotan
Selain “Renungan dari Penjara”, buku Robert lainnya yang turut dipromosikan adalah “Barata Brahmana, Bara Anak Bangsa”.
Buku ini mengisahkan perjalanan Barata Brahmana, seorang pengusaha internasional asal Suku Karo, Sumatera Utara, yang berdedikasi mendokumentasikan sejarah dan budaya Karo.
Meski belum diluncurkan resmi, buku tersebut menarik perhatian pengunjung, termasuk Menteri Agama Malaysia. “Beliau memberikan apresiasi dan menyarankan agar buku ini dicetak dalam versi bahasa Inggris untuk menjangkau pembaca lebih luas,” jelas Robert.

Dalam sambutannya, Dato’ Setia DR. H. Mohd Na’im Mokhtar menyampaikan penghargaan kepada para penulis yang berkontribusi memperkaya khazanah literasi. “Buku-buku ini bukan sekadar bacaan, melainkan juga inspirasi bagi generasi mendatang,” ucapnya.
Pameran ini dinilai sukses menjadi wadah pertukaran budaya melalui literasi. Antusiasme pengunjung terlihat dari ramainya stan-stan pameran, termasuk yang menampilkan karya-karya Robert Peranginangin.
Dengan partisipasinya di ajang internasional ini, Robert berharap dapat semakin memperkenalkan karya-karya literasi Indonesia di kancah global. * (DW Baswir)