MP, SULSEL – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri siap mengawal seluruh strategi untuk mewujudkan ketahanan pangan.
Penegasan itu disampaikannya di hadapan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri acara Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021 di Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (31/12/2021).
Di kesempatan itu Sigit menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta kepada Gubernur, Bupati, Wali Kota untuk menggali potensi ekspor di wilayahnya, khususnya di bidang pertanian, perkebunan dan peternakan.
Ditambahkan Kapolri, ini dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan ekspor komoditas pertanian unggulan Indonesia di dunia
“Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, saya kira semua tahu ini bagian dari strategi dan program dari Kementan. Tidak hanya ketahanan pangan tapi bagaimana meningkatkan daya saing komoditas pertanian yang berkelanjutan,” ucapnya.
Lima strategi, imbuh Sigit, peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan. Ini yang harus betul dikawal adalah pengembangan pertanian dan gerakan tiga kali lipat ekspor.
Disebutkannya, di tengah Pandemi Covid-19, pertumbuhan perekonomian Indonesia sempat terdampak. Namun, peran di sektor pertanian telah memberikan pertumbuhan ekonomi sebesar 16,24 persen.
“Ini angka besar dan menggembirakan. Kita harapkan bisa dipertahankan. Kita harus optimis, kerja keras dan modernisasi di bidang pertanian. Sehingga pelan-pelan kebutuhan kita terhadap impor bisa kita kurangi, semua kebutuhan kita, bisa kita lengkapi dari hasil pertanian dan peternakan kita dan ke depan kita harapkan ekspor kita menguasai dunia,” harap Kapolri.
Sementara itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo sangat mengapresiasi Kapolri Jenderal Sigit karena telah menyempatkan waktu untuk hadir dalam acara ini.
Dikatakan dia, selama ini jajaran Polri telah ikut mendukung segala program Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Syahrul meminta kepada Kapolri dan jajarannya, terutama seluruh Polres menanam jagung.
Dengan adanya peran Polri dalam rangka karantina bagi pangan yang masuk maupun ke luar Indonesia dapat mencegah terbawanya hama yang dapat merusak sektor pertanian.
“Saya titip karantina saya pak Kapolri. Insya Allah bersama pak Kapolri sukses selalu. Kepolisian tidak hanya jaga keamanan sekaligus jaga makannya rakyat. Subhanallah,” tutup Syahrul.*