MediumPos
Untuk Ummat Kami Sampaikan

Demo Dugaan Korupsi Bansos Siak, Iwan P Tantang Kroni Kroni Gubernur

MP, PEKANBARU – Ribuan massa gabungan mahasiswa dan anggota Pemuda Pancasila yang menamakan diri Gerakan Pemuda Mahasiswa Pekanbaru Peduli Keadilan (GPMPPK) berencana menggelar aksi demonstrasi di gerbang Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Selasa (31/5/2022) siang.

Namun dikhawatirkan bakal terjadi bentrok, pihak keamanan tidak mengizinkan mereka melakukan aksi di Gedung Kejati Riau.

Ratusan personil keamanan ini akhirnya hanya mengizinkan ribuan massa GPMPPK berorasi di pertigaan Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Cut Nyak Dhien Pekanbaru, persisnya di depan gerbang masuk kantor Bank Indonesia Cabang Pekanbaru.

Kekhawatirkan demonstrasi berakhir bentrok bukan tanpa alasan. Pasalnya, Rabu (25/5/2022) lalu, massa pro mantan Bupati Siak yang kini jadi Gubernur Riau Syamsuar sudah mengultimatum bakal menurunkan pasukan penjaga marwah Datuk Seri Setia Amanah sebanyak sekitar 1.500 orang dari 17 simpul kemelayuan yang berada di dalam Panji Penggawa Melayu Riau.

Ultimatum tersebut disikapi dalam orasi yang disampaikan Iwan Pansa yang mengomandoi ribuan massa GPMPPK.

”Mana kroni kroni gubernur? Mau ngajak perang? Ayo!!” teriak Iwan Pansa dalam orasinya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) GPMPPK dalam orasinya menyatakan; meminta piihak Kejati Riau agar Ulil Amri, Ikhsan, Yurnalis, Indra Gunawan terlebih dahulu dipanggil dan diperiksa hal ini dapat mengarah kepada aktor utama dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Kabupaten Siak tahun 2011 – 2019. Ketika itu Gubernur Riau Syamsuar menjabat sebagai Bupati Siak.

Kedua, meminta agar Ulil Amri, Indra Gunawan, Ikhsan, Yurnalis agar diperiksa karena diduga mereka terlibat keras dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Kabupaten Siak 2011 – 2019.

”Kami inginkan dalam perkara kasus ini agar jangan memandang jabatan atas dugaan keterlibatan orang orang seperti Gubernur Riau dan beberapa pejabat tinggi di provinsi ini,” tegasnya.

Selanjutnya, kata demonstran, mereka meninginkan adanya Tim Khusus untuk menuntaskan kasus ini. ‘Meminta agar seluruh pihak dapat bekerja sama baik Polri, Kejati Riau dan seluruh unsur lainnya agar kasus ini cepat terselesaikan.

”Kami sampaikan dengan tegas agar Kejati Riau Jaja Subagja dapat dengan berani dan tegas dalam menangani kasus ini . Jika tidak, maka kami menilai kegagalan Kajati Riau dan kami sampaikan agar Kajati Riau mundur dari jabatannya,” pungkasnya. * (DW Baswir)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.