MP, PEKANBARU – Bursa pemilihan Ketua Umum KONI Kota Pekanbaru periode 2026–2030 dipastikan berlangsung sengit.
Dinamika politik olahraga lokal memanas setelah Ketua IGORNAS Provinsi Riau, Teguh Nugroho, S.Pd, secara terbuka menyatakan kesiapan maju sebagai kandidat. Ia pun “bergerilya” mencari dukungan.
Langkah Teguh bukan sekadar wacana. Ia disebut telah mengantongi dukungan lebih dari 20 cabang olahraga (cabor) anggota KONI Pekanbaru. Basis dukungan tersebut menjadikannya sosok yang diperhitungkan, bahkan berpotensi menjadi kuda hitam dalam perebutan kursi strategis tersebut.
“Keputusan ini diambil untuk perbaikan KONI Pekanbaru ke depan. Kita ingin organisasi lebih solid, pembinaan atlet lebih terarah, dan prestasi kembali berjaya di tingkat Provinsi Riau,” kata Teguh menegaskan komitmennya.
Sebagai bagian dari strategi, Teguh dijadwalkan melakukan langkah politik awal dengan menyambangi Wali Kota Pekanbaru pada awal pekan depan. Pertemuan tersebut diyakini sebagai bagian dari safari politik guna memaparkan visi-misi sekaligus membangun komunikasi jelang Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub).
Masuknya Teguh Nugroho secara signifikan mengubah peta persaingan. Dengan dukungan puluhan cabor, kontestasi kini tidak lagi berjalan datar. Sejumlah pihak memprediksi pertarungan akan berlangsung ketat hingga hari pemilihan, mengingat kursi Ketua KONI selama ini menjadi incaran figur-figur berpengaruh di lingkungan olahraga maupun birokrasi.
Sementara itu, pengamat olahraga dari FKIP Universitas Islam Riau, Ricky Fernando, menyebut setidaknya ada tiga poros utama yang mulai terbentuk. Selain Teguh Nugroho, nama Achmad Faisal Reza dan Sanuar Harris Andrian turut mencuat sebagai kandidat kuat.
Achmad Faisal Reza dikenal sebagai politisi dengan jaringan luas di legislatif dan kalangan cabor, sedangkan Sanuar Harris Andrian merupakan tokoh muda berlatar belakang hukum yang aktif dalam pembinaan atlet, khususnya di cabang olahraga prestasi dan bela diri.
Ketiga poros ini kini mulai bergerak melakukan konsolidasi dan lobi intensif, baik kepada pengurus cabang olahraga maupun Pemerintah Kota Pekanbaru. Musorkotlub KONI Pekanbaru pun menjadi momentum krusial yang dinanti banyak pihak untuk menentukan arah kepemimpinan olahraga kota ke depan.
Dengan tensi yang terus meningkat, bursa Ketua KONI Pekanbaru dipastikan menjadi salah satu kontestasi paling dinamis dalam peta politik olahraga daerah tahun ini. * (Ricky Fernando)