Wali Kota Dumai Dorong Pengelolaan Sampah Terpadu, Masyarakat Diminta Mulai Pilah Sampah dari Rumah
DUMAI, Mediumpos.com — Wali Kota Dumai, Paisal, memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pengelolaan Sampah se-Kota Dumai yang berlangsung di Gedung Sri Bunga Tanjung, Rabu (15/05/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri para pengelola sampah dan sejumlah stakeholder terkait guna membahas upaya peningkatan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, terorganisir, dan berkelanjutan di Kota Dumai.
Dalam rapat itu, turut dibahas implementasi Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Wali Kota Dumai Nomor 2 Tahun 2022 mengenai petunjuk teknis pelaksanaannya.
Paisal menegaskan bahwa penanganan persoalan sampah memerlukan kolaborasi seluruh pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga dukungan aktif masyarakat.
“Pemerintah ingin mewujudkan Kota Dumai yang bersih, sehat, dan nyaman. Untuk itu, pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari sumber sampah hingga proses akhir pengolahan. Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama keberhasilannya,” kata Paisal.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah dari lingkungan rumah tangga dengan memisahkan sampah organik, anorganik, dan plastik. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu proses pengolahan sampah sekaligus mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.
“Jika masyarakat sudah mulai memilah sampah dari rumah, tentu proses pengelolaan akan lebih mudah dan efisien. Selain membantu petugas, langkah ini juga menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Dumai terus memperkuat pengawasan dan koordinasi pengelolaan sampah melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, kecamatan, kelurahan, serta pihak terkait lainnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kota Dumai berharap pengelolaan sampah di daerah itu dapat berjalan lebih optimal serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.